Operasional Trans Jatim Koridor II Siap Diluncurkan 29 Oktober 2026, Dishub Siapkan 18 Rute Feeder
Reporter: Wahyu, Folksnews

MALANG, 5 Oktober— Operasional Trans Jatim Koridor II Malang Raya dijadwalkan diluncurkan pada 29 Oktober 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan 15 unit bus dan 18 rute feeder untuk menghubungkan jalur utama dengan kawasan permukiman.
Trans Jatim Koridor II akan menggunakan armada bernama Kanjuruhan. Layanan ini melintasi empat terminal utama, yakni Terminal Arjosari, Terminal Hamid Rusdi, Terminal Gondanglegi, dan Terminal Talangagung di Kepanjen.
Rute utama memiliki panjang sekitar 49 kilometer. Operasional bus dijadwalkan berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Tarif Trans Jatim Koridor II Siapkan 15 Bus
Sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk operasional harian. Dari jumlah tersebut, 14 unit digunakan untuk melayani penumpang dan satu unit disiapkan sebagai armada cadangan.
Tarif operasional ditetapkan Rp5.000 untuk masyarakat umum. Sementara pelajar, santri, dan mahasiswa dikenakan tarif Rp2.500 per perjalanan.
Besaran tarif tersebut berlaku untuk perjalanan menggunakan layanan koridor utama.
Dishub Siapkan 18 Rute Feeder
Dishub menyiapkan 18 rute feeder sebagai angkutan penyambung. Layanan ini diarahkan untuk menghubungkan jalur utama dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
Pembiayaan operasional seluruh feeder ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 12 bulan pertama.
Setelah periode tersebut, pengelolaan feeder akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Malang.
Skema ini diharapkan memperluas jangkauan layanan sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada jalur utama.
Sopir Angkot Jadi Prioritas Perekrutan
Pengoperasian Trans Jatim Koridor II juga disertai skema pemberdayaan pengemudi angkutan lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang memberikan prioritas perekrutan kepada sopir angkot.
Mereka akan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan untuk menjadi pengemudi Bus Trans Jatim maupun operator armada feeder.
Langkah tersebut disiapkan untuk mengantisipasi dampak ekonomi terhadap pengemudi angkot lokal setelah layanan transportasi massal beroperasi.
Disiapkan Jalur Angkutan Wisata
Selain konektivitas perkotaan, Dishub Kabupaten Malang menyiapkan angkutan penunjang pariwisata.
Jalur tersebut dirancang untuk menghubungkan terminal tujuan dengan kawasan destinasi wisata pantai di Malang Selatan. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas transportasi menuju kawasan wisata.
Dengan demikian, Trans Jatim Koridor II tidak hanya diarahkan sebagai layanan transportasi antarterminal. Kehadiran feeder dan rencana angkutan wisata juga menjadi bagian dari integrasi mobilitas masyarakat di Malang Raya
