ITN Malang garap 17 RDTR kerja sama Kementerian ATR BPN/itn.ac.id
| |

Dipercaya Menggarap 17 RDTR se-Indonesia, ITN Malang Raih Paket Kerja Sama Terbanyak dari Kementerian ATR/BPN

Spread the love

Disusun oleh: Vidyaningrum, AN

Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM
Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM/itn.ac.id

MALANG, 5 Oktober— Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dipercaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggarap 17 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah daerah Indonesia. Proyek tersebut dikerjakan melalui tujuh paket kerja sama yang mencakup delapan kabupaten dan satu kota di enam provinsi.

Kepercayaan tersebut menjadi paket kerja sama terbanyak yang diterima ITN Malang di antara 40 perguruan tinggi negeri dan swasta yang dilibatkan pemerintah pusat. Rata-rata perguruan tinggi lain mendapat dua hingga tiga paket.

Tujuh paket yang dikerjakan ITN Malang mencakup wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

Wilayah perencanaannya meliputi Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar di Jawa Barat, Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep di Jawa Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara.

Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., mengatakan kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi kampus untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

“Ini menjadi kebanggaan luar biasa sekaligus amanah yang harus kami selesaikan dengan baik. Dari rata-rata perguruan tinggi yang mendapat 2 sampai 3 paket, ITN Malang dipercaya mengelola 7 paket dengan total output 17 wilayah perencanaan atau 17 RDTR. Wilayahnya tersebar merata dari Jawa, Sulawesi, NTT, hingga Maluku Utara,” ujar Ardiyanto saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Senin (5/10/2026).

Penyusunan RDTR Dikerjakan Lintas Disiplin

ITN Malang garap 17 RDTR kerja sama Kementerian ATR BPN/itn.ac.id
ITN Malang garap 17 RDTR kerja sama Kementerian ATR BPN/itn.ac.id

ITN Malang mengandalkan pengalaman dalam penyusunan tata ruang serta sumber daya manusia dari berbagai bidang untuk menjalankan proyek tersebut.

Tim utama berasal dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Posisi ketua tim diisi dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 ITN Malang.

Tim tersebut diperkuat dosen dari Teknik Geodesi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Arsitektur. Sejumlah akademisi dan peneliti senior yang terlibat antara lain Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT., Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., Dr. Agung Wicaksono, ST., MT., Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., Dr. Mohammad Reza, ST., MURP., Ida Soewarni, ST., MT., serta Arief Setiawan, ST., MT.

Untuk menjaga kualitas pekerjaan, ITN Malang juga menggelar koordinasi berkala, bootcamp, dan pelatihan peningkatan kapasitas. Materi penguatan meliputi analisis spasial dan pemodelan spasial.

Pelatihan tersebut melibatkan tim peneliti, alumni, dan mahasiswa yang ikut dalam pelaksanaan proyek.

Tujuh Paket Ditargetkan Rampung Desember

Tahapan pelaksanaan kegiatan/itn.ac.id
Tahapan pelaksanaan kegiatan/itn.ac.id

Kontrak kerja sama penyusunan RDTR ditandatangani pada 23 September 2026. Setelah itu, ITN Malang melaksanakan kick-off meeting atau Bimbingan Teknis 1 pada 1 Oktober 2026.

Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 23 Desember 2026. Penyelesaian dilakukan dengan mengacu pada kriteria dan standar kualitas tata ruang nasional.

Ardiyanto mengatakan penguatan kapasitas tim dilakukan secara berkala untuk menjaga kesiapan pelaksana.

“Kami menggembleng tim melalui peningkatan kapasitas secara berkala, seperti pelatihan analisis dan pemodelan spasial. Latihan ini diselenggarakan berkala setiap akhir pekan untuk memastikan seluruh tim siap mengeksekusi proyek RDTR ini dengan standar kualitas tertinggi yang ditetapkan kementerian,” katanya.

RDTR Terintegrasi dengan OSS

Percepatan penyusunan RDTR menjadi bagian dari agenda Kementerian ATR/BPN. Dokumen tersebut akan terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Integrasi itu berkaitan dengan kepastian hukum tata ruang dan percepatan penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Selain itu, RDTR terintegrasi diarahkan untuk mendukung kemudahan perizinan berusaha dan iklim investasi di daerah.

Dengan tujuh paket dan 17 wilayah perencanaan, ITN Malang kini memegang porsi kerja yang cukup besar dalam percepatan penyusunan RDTR yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah Indonesia.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *