| |

Inflasi Nasional Juni 2026 Capai 3,34 Persen, Mendagri Gelar Rakor Pengendalian Inflasi Daerah.

Spread the love

Kabupaten Jayawijaya dan Aceh Tengah catat inflasi tertinggi, harga bawang putih dan beras naik di ratusan daerah menjelang pertengahan Juli 2026

Reporter: Wahyu

Editor: Redaksi Folksnews.id

Sumber: Kementerian Dalam Negeri RI, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan RI

Dipublikasikan: Jakarta, Juli 2026

perkembangan beberapa komoditas yang mempengaruhi iph
Data materi Mendagri 20 juli 2026

FOLKSNEWS.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah yang digelar di Jakarta pada Juli 2026. Dalam forum yang rutin digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan ini, dipaparkan data terbaru mengenai kondisi inflasi nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota, sekaligus perkembangan harga sejumlah bahan pangan pokok menjelang pertengahan Juli 2026.

Berdasarkan rilis BPS per 1 Juli 2026, inflasi nasional secara tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen. Angka ini berada di atas batas atas rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah, yakni 1,5 persen sampai 3,5 persen, meski secara nasional masih dalam rentang yang dianggap terkendali.

Papua Pegunungan dan Papua Barat Catat Inflasi Tertinggi di Tingkat Provinsi

Data inflasi per provinsi (y-o-y) untuk periode Juni 2026 menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup lebar antardaerah. Sepuluh provinsi dengan inflasi tertinggi didominasi oleh wilayah Indonesia timur dan sebagian Sumatra, sementara sepuluh provinsi dengan inflasi terendah banyak berasal dari Jawa dan Bali-Nusa Tenggara.

10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi (y-o-y, Juni 2026)

No Provinsi Inflasi (%)
1 Papua Pegunungan 7,84
2 Papua Barat 6,99
3 Aceh 5,84
4 Papua Barat Daya 5,14
5 Maluku Utara 5,05
6 Sumatera Utara 4,79
7 Gorontalo 4,77
8 Sumatera Barat 4,70
9 Sulawesi Tenggara 4,68
10 Kepulauan Riau 4,67

 

10 Provinsi dengan Inflasi Terendah (y-o-y, Juni 2026)

No Provinsi Inflasi (%)
1 Sulawesi Barat 2,29
2 Lampung 2,46
3 DKI Jakarta 2,78
4 Sumatera Selatan 2,89
5 DI Yogyakarta 2,91
6 Bangka Belitung 2,92
7 Jawa Tengah 2,92
8 Banten 2,93
9 Papua Selatan 2,95
10 Jawa Barat 3,08

 

Kemendagri mencatat bahwa rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah berada di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Provinsi-provinsi dengan angka inflasi di luar rentang tersebut, terutama yang berada jauh di atasnya, menjadi perhatian khusus dalam rakor pengendalian inflasi ini.

Kabupaten Jayawijaya Tertinggi, Kabupaten Majene Terendah di Tingkat Kabupaten/Kota

Dari total 150 kabupaten/kota yang masuk dalam sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) BPS, inflasi rata-rata nasional pada Juni 2026 berada di angka 3,34 persen. Namun demikian, tingkat inflasi antarwilayah bervariasi tajam.

10 Kabupaten/Kota dengan Inflasi Tertinggi (y-o-y)

No Kabupaten/Kota Inflasi (%)
1 Kab. Jayawijaya 7,84
2 Kab. Aceh Tengah 7,25
3 Kab. Manokwari 6,99
4 Kab. Aceh Tamiang 6,45
5 Kota Gunungsitoli 6,25
6 Kota Sorong 6,12
7 Kab. Dharmasraya 5,91
8 Kab. Pasaman Barat 5,90
9 Kab. Gorontalo 5,86
10 Kab. Labuhanbatu 5,81

 

10 Kabupaten/Kota dengan Inflasi Terendah (y-o-y)

No Kabupaten/Kota Inflasi (%)
1 Kab. Majene 1,70
2 Kab. Nunukan 2,08
3 Kota Bandar Lampung 2,08
4 Kab. Konawe 2,12
5 Kota Parepare 2,57
6 Kab. Bulukumba 2,57
7 Kab. Tulungagung 2,57
8 Kab. Banyuwangi 2,60
9 Kab. Subang 2,60
10 Kab. Ogan Komering Ilir 2,68

 

Sebagai catatan, sebagian besar wilayah dengan inflasi tertinggi berada di kawasan yang secara geografis relatif jauh dari sentra produksi pangan, sehingga rentan terhadap gejolak biaya distribusi dan logistik.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu II Juli 2026: Kabupaten Deiyai Tertinggi

Selain data inflasi bulanan, Kemendagri juga memantau Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proksi (indikator dini) inflasi mingguan di 330 kabupaten/kota di luar 150 daerah yang sudah masuk sampel IHK BPS. Pada minggu kedua Juli 2026, IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, yang mencapai 8,89 persen, sementara IPH terendah tercatat di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang minus 6,45 persen.

10 Daerah dengan IPH Tertinggi (Minggu II Juli 2026)

No Kabupaten/Kota IPH (%) Komoditas Pemicu
1 Kab. Deiyai 8,89 Cabai merah, cabai rawit, bawang putih
2 Kab. Mahakam Ulu 4,35 Telur ayam ras, beras, udang basah
3 Kab. Paniai 2,95 Cabai rawit, cabai merah, bawang merah
4 Kab. Tambrauw 2,91 Beras, cabai rawit, bawang merah
5 Kab. Gayo Lues 2,21 Daging sapi, bawang putih, tepung terigu
6 Kab. Tapanuli Selatan 2,07 Cabai merah, bawang merah, bawang putih
7 Kab. Fak Fak 1,96 Cabai rawit, cabai merah, bawang putih
8 Kab. Aceh Tenggara 1,90 Daging sapi, beras, cabai merah
9 Kab. Maluku Barat Daya 1,84 Beras, daging ayam ras, minyak goreng
10 Kab. Manokwari Selatan 1,80 Cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras

 

10 Daerah dengan IPH Terendah (Minggu II Juli 2026)

No Kabupaten/Kota IPH (%) Komoditas Pemicu
1 Kab. Lombok Tengah -6,45 Cabai rawit, bawang merah, cabai merah
2 Kab. Bolaang Mongondow Utara -5,79 Cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras
3 Kab. Bolaang Mongondow -5,61 Cabai merah, cabai rawit, bawang merah
4 Kab. Halmahera Utara -5,61 Cabai merah, cabai rawit, bawang putih
5 Kab. Lamongan -5,48 Cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras
6 Kota Tomohon -5,44 Cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras
7 Kab. Lombok Timur -4,85 Cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras
8 Kab. Blitar -4,85 Cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras
9 Kab. Indramayu -4,61 Cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras
10 Kab. Karangasem -4,54 Cabai rawit, cabai merah, bawang merah

 

Kemendagri mencatat bahwa dari 10 daerah dengan IPH tertinggi tersebut, mayoritas belum melaporkan upaya konkret pengendalian inflasi ke pemerintah pusat. Hanya Kabupaten Gayo Lues, Tapanuli Selatan, dan Aceh Tenggara yang tercatat sudah melaporkan satu hingga tiga upaya konkret pengendalian inflasi di daerah masing-masing.

Harga Bawang Putih Naik di 267 Daerah, Beras di 128 Daerah

Salah satu temuan penting dalam rakor ini adalah lonjakan harga bawang putih yang terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Sistem Pemantauan dan Pengendalian Ketersediaan Pangan (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga bawang putih tercatat naik di 267 kabupaten/kota pada minggu kedua Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

  • Kabupaten Aceh Selatan mencatat kenaikan harga bawang putih tertinggi, yakni 36,38 persen dibandingkan Juni 2026.
  • Disusul Kabupaten Aceh Besar (25,88 persen) dan Kabupaten Minahasa (23,33 persen).
  • Untuk komoditas beras, kenaikan harga terjadi di 128 kabupaten/kota, dengan kenaikan tertinggi di Kota Langsa, Aceh, sebesar 8,64 persen.
  • Sementara harga minyak goreng naik di 97 kabupaten/kota, tertinggi di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, yang mencapai 12,77 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah justru mengalami tren penurunan harga di banyak daerah pada periode yang sama, sehingga turut menekan angka IPH ke wilayah negatif di berbagai kabupaten/kota, khususnya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kemendagri Minta Pemerintah Daerah Perkuat Intervensi Stabilisasi Harga

Dalam paparannya, Kemendagri menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah daerah (pemda) untuk menstabilkan harga komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan tajam dua minggu berturut-turut. Sejumlah instrumen yang didorong untuk digunakan pemda antara lain operasi pasar, sidak ke pasar, kerja sama antardaerah, gerakan menanam mandiri, bantuan transportasi dari APBD, hingga penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dari 330 kabupaten/kota yang dipantau melalui IPH, sebagian besar sudah menjalankan minimal satu upaya intervensi, seperti operasi pasar dan sidak ke pasar. Namun demikian, masih ada sejumlah daerah dengan IPH ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan tajam, yang tercatat belum melaporkan langkah pengendalian apa pun kepada Kemendagri.

Kemendagri mengingatkan bahwa pengendalian inflasi daerah bukan semata tugas pemerintah pusat, melainkan memerlukan sinergi aktif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, serta pelaku usaha di lapangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang akhir tahun 2026.

Kesimpulan

Rakor Pengendalian Inflasi di Daerah yang digelar Kemendagri pada Juli 2026 ini menegaskan bahwa meski inflasi nasional sebesar 3,34 persen masih berada dalam rentang yang relatif terkendali, disparitas inflasi antarwilayah masih tinggi. Wilayah Papua, Aceh, dan sebagian Sumatra tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi, sementara kenaikan harga bawang putih dan beras di ratusan kabupaten/kota menjadi sinyal yang perlu diwaspadai jelang semester kedua 2026

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *