Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Resmi Beroperasi Oktober 2026, Intip Rute dan 40 Titik Haltenya

MALANG,FolksNews.id – Kabar gembira bagi warga Malang Raya. Layanan transportasi massal Bus Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dipastikan akan resmi mengaspal pada Oktober 2026. Proyek strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini digadang-gadang menjadi solusi ampuh untuk mengurai kemacetan sekaligus menyediakan angkutan publik yang murah, aman, dan nyaman.
Kepastian ini didapat setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Dishub Kabupaten Malang merampungkan survei final penentuan rute dan titik halte pada akhir Juli 2026.Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rute resmi, kesiapan infrastruktur, hingga skema integrasi dengan angkutan kota (angkot).
Rute Resmi Trans Jatim Koridor 2 Kabupaten Malang
Setelah melalui berbagai kajian, rute Trans Jatim Koridor 2 di wilayah Kabupaten Malang kini telah bersifat final. Bus akan melintasi kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas di Malang Selatan dengan jalur sebagai berikut:
- Terminal Hamid Rusdi (Kota Malang)
- BululawangGondanglegi
- Terminal Talangagung, Kepanjen (Titik Akhir)
Pemilihan jalur Gondanglegi dan Bululawang ini dinilai sangat strategis untuk merespons tingginya mobilitas kaum pelaju (komuter) serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas halte di sepanjang jalan utama.
Siapkan 40 Halte, Terminal Talangagung Jadi Pangkalan Utama
Berdasarkan hasil survei lapangan terbaru, Dishub telah memetakan 40 titik halte di sepanjang jalur Koridor 2. Fasilitas ini akan dibangun secara bertahap menjelang peluncuran resmi di bulan Oktober.
Terminal Talangagung di Kepanjen ditunjuk sebagai salah satu pangkalan utama. Kondisi terminal yang luas dan fasilitasnya yang terawat dinilai sangat memadai untuk menampung armada bus Trans Jatim serta mengatur perputaran jadwal keberangkatan secara efisien.
Nasib Angkot: Tidak Mati, Justru Jadi Feeder
Salah satu tantangan terbesar kehadiran Trans Jatim adalah potensi gesekan dengan transportasi lokal. Saat ini, jalur yang melintasi Kota Malang (menuju Terminal Arjosari) memang masih dalam tahap negosiasi intensif dengan para sopir dan operator angkot setempat.
Namun, Pemprov Jatim menegaskan bahwa kehadiran Trans Jatim tidak akan mematikan mata pencaharian angkot. Pemerintah telah menyiapkan skema integrasi angkot sebagai feeder (angkutan pengumpan). Nantinya, angkot akan bertugas menjemput penumpang dari kawasan permukiman padat atau pelosok desa, lalu mengantarkannya menuju halte utama Trans Jatim.
Didukung Penuh Oleh 90,9% Warga Malang Raya
Kehadiran moda transportasi modern ini mendapat sambutan yang sangat positif. Berdasarkan survei independen dari organisasi masyarakat setempat, sebanyak 90,9% warga Malang Raya mendukung penuh peluncuran Trans Jatim Koridor 2.
Masyarakat menilai, Malang Raya sudah sangat membutuhkan angkutan umum yang lebih manusiawi, terjadwal tepat waktu, memiliki fasilitas pendingin udara (AC), serta ramah di kantong.
Dengan tarif yang diprediksi tetap terjangkau seperti koridor Trans Jatim lainnya, layanan ini diharapkan mampu mengubah budaya bertransportasi masyarakat Malang dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
