Daftar 10 saham top losers BEI periode 19–23 Oktober 2026

10 Saham Top Losers BEI, ALDO Anjlok 29,92 Persen

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Daftar 10 saham top losers BEI periode 19–23 Oktober 2026
ALDO memimpin daftar saham top losers BEI pekan 19–23 Oktober 2026 dengan penurunan harga 29,92 persen berdasarkan data dalam draf./Foto: Ilustrasi

JAKARTA, 26/10/2026 Folksnews.id – Sebanyak 10 saham mencatatkan penurunan harga terdalam di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode perdagangan 19–23 Oktober 2026. Saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) memimpin daftar top losers setelah terkoreksi 29,92 persen menjadi Rp1.370 per saham.

Berdasarkan data rekapitulasi perdagangan mingguan BEI dalam draf ini, penurunan harga saham pada daftar tersebut berkisar antara 15,09 persen hingga 29,92 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX).

Koreksi tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat 4,90 persen sepanjang pekan. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak selalu diikuti kenaikan harga seluruh saham di pasar.

ALDO dan AIMS Catat Penurunan Terdalam

Saham ALDO mencatatkan koreksi terbesar di antara 10 saham tersebut. Harga saham emiten manufaktur berbasis kertas ini turun dari Rp1.955 menjadi Rp1.370 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Penurunan berikutnya dialami AIMS. Harga saham PT Artha Mahiya Investama Tbk merosot 29,29 persen, dari Rp990 menjadi Rp700 per saham.

Sementara itu, MMIX menempati posisi ketiga. Saham PT Multi Medika Internasional Tbk turun 28,92 persen, dari Rp830 menjadi Rp590 per saham.

Ketiga saham tersebut mencatatkan koreksi lebih dari 28 persen selama periode perdagangan yang sama.

Daftar 10 Saham Top Losers BEI Pekan Ini

Selain ALDO, AIMS, dan MMIX, tujuh saham lainnya juga mengalami penurunan harga selama perdagangan 19–23 Oktober 2026.

Berikut daftar 10 saham dengan koreksi terdalam berdasarkan data dalam draf:

No. Kode Saham Nama Perusahaan Harga Sebelumnya Harga 23 Oktober Penurunan
1 ALDO PT Alkindo Naratama Tbk Rp1.955 Rp1.370 29,92%
2 AIMS PT Artha Mahiya Investama Tbk Rp990 Rp700 29,29%
3 MMIX PT Multi Medika Internasional Tbk Rp830 Rp590 28,92%
4 IFSH PT Ifishdeco Tbk Rp1.735 Rp1.310 24,50%
5 ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk Rp5.600 Rp4.380 21,79%
6 AKKU PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk Rp105 Rp86 18,10%
7 MSIN PT MNC Digital Entertainment Tbk Rp136 Rp112 17,65%
8 CBPE PT Citra Buana Prasida Tbk Rp630 Rp520 17,46%
9 MORA PT Mora Telematika Indonesia Tbk Rp3.910 Rp3.240 17,14%
10 ARKO PT Arkora Hydro Tbk Rp1.855 Rp1.575 15,09%

Berdasarkan daftar tersebut, seluruh saham mengalami koreksi lebih dari 15 persen dalam satu pekan perdagangan. ALDO mencatat penurunan terbesar, sedangkan ARKO berada di posisi kesepuluh dengan koreksi 15,09 persen.

IHSG Menguat 4,90 Persen di Tengah Koreksi Saham

Berbeda dengan pergerakan saham-saham tersebut, IHSG tercatat menguat 4,90 persen selama periode perdagangan 19–23 Oktober 2026. Dalam draf data yang digunakan, indeks mencapai level 5.439 pada akhir pekan.

Pergerakan ini memperlihatkan perbedaan kinerja antar saham di pasar modal. Penguatan IHSG sebagai indeks gabungan tidak berarti seluruh emiten mengalami kenaikan harga.

Namun, data tersebut belum cukup untuk menjelaskan penyebab koreksi pada masing-masing saham. Penurunan harga dapat dipengaruhi berbagai faktor, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keterbukaan informasi emiten, aktivitas perdagangan, dan kondisi fundamental perusahaan.

Investor perlu mempertimbangkan risiko dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan transaksi. Daftar top losers menunjukkan saham dengan penurunan harga terbesar dalam periode tertentu, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan prospek perusahaan pada masa mendatang.

Baca juga: Buyback Saham BBCA 19–21 Oktober 2026, BCA Jaga Fundamental Bisnis

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *