|

Serangan Drone Rusia di Dnipro Tewaskan 14 Orang, Eropa Mengecam

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Serangan drone Rusia menghantam peron stasiun kereta di Dnipro, Ukraina, dan menewaskan sedikitnya 14 orang
Petugas penyelamat mengevakuasi korban setelah serangan drone Rusia menghantam peron stasiun kereta di Dnipro, Ukraina, Kamis (29/10/2026). Sedikitnya 14 orang meninggal dan 14 lainnya terluka./Foto: ilustrasi

DNIPRO, UKRAINA, 31/10/2026 FolksNews.id — Serangan drone Rusia di Dnipro, Ukraina, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 14 lainnya pada Kamis (29/10/2026). Drone bermesin jet menghantam peron stasiun kereta yang dipadati penumpang saat kereta komuter bersiap berangkat menuju Zaporizhzhia.

Laporan Reuters menyebut serangan terjadi di stasiun utama Dnipro. Operator kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengonfirmasi sebuah drone menghantam peron tempat kereta sedang bersiap meninggalkan stasiun.

Gubernur wilayah Dnipropetrovsk Oleksandr Hanzha menyampaikan jumlah korban meningkat menjadi 14 orang meninggal dan 14 lainnya terluka. Enam korban luka dilaporkan mengalami kondisi serius, menurut laporan Agence France-Presse (AFP).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut. Ia menyebut serangan itu sebagai tindakan mengerikan dan meminta negara-negara mitra meningkatkan tekanan terhadap Rusia.

Serangan Drone Rusia di Dnipro Hantam Peron Stasiun

Serangan terjadi ketika penumpang berada di peron untuk menaiki kereta menuju Zaporizhzhia. Menurut laporan AFP, dua rangkaian kereta penumpang berada di area stasiun saat serangan berlangsung.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan berhasil mencegat tiga drone bermesin jet dalam serangan tersebut. Namun, satu drone lainnya lolos dari pertahanan udara dan menghantam stasiun.

Laporan Reuters menggambarkan kerusakan pada lokasi kejadian. Dua rangkaian kereta penumpang dilaporkan terbakar, sementara sejumlah jendela kendaraan pecah akibat serangan.

Petugas kepolisian dan tim penyelamat kemudian melakukan evakuasi serta penanganan korban. Serangan itu kembali memperlihatkan risiko yang dihadapi warga sipil ketika fasilitas transportasi menjadi sasaran serangan selama perang berlangsung.

Zelenskyy Desak Tekanan terhadap Rusia

Zelenskyy mengecam serangan di Dnipro dan mendesak negara-negara mitra tidak mengurangi tekanan terhadap Moskow. Melalui pernyataannya, ia menegaskan sanksi terhadap Rusia dan industri perangnya harus tetap diberlakukan selama perang masih berlangsung.

Presiden Ukraina tersebut juga meminta dukungan internasional untuk memperkuat pertahanan udara. Permintaan itu disampaikan di tengah kekhawatiran Ukraina terhadap kemungkinan serangan rudal balistik Rusia berikutnya.

Menurut laporan Reuters, serangan di Dnipro terjadi bersamaan dengan serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina lainnya. Serangan terpisah di Chernihiv dan Kremenchuk juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Pemimpin Eropa Kecam Serangan terhadap Warga Sipil

Serangan drone Rusia di Dnipro turut memicu kecaman dari sejumlah pemimpin Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan belasungkawa kepada Ukraina dan menilai gencatan senjata terbatas belum cukup untuk menjamin perdamaian.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa António Costa mengecam rangkaian serangan Rusia terhadap warga sipil. Ia menegaskan Uni Eropa akan terus meningkatkan tekanan terhadap Moskow dan mendukung Ukraina hingga tercapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Baca juga: Serangan Udara di Saada Tewaskan 9 Orang, Houthi Tuding Arab Saudi

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *