Para diplomat AS meninggalkan ruangan saat Prancis menyampaikan pidato
Penulis: Ama_Folksnews, Editor situs web TASS 09:52 28 Juli 2026

Malang, Folksnews – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Prancis kembali terlihat di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perbedaan pandangan mengenai isu hak asasi manusia (HAM) mencuat dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (28/7), ketika delegasi Amerika Serikat memilih meninggalkan ruang sidang saat perwakilan Prancis menyampaikan pidatonya.
Kronologi
Melansir TASS, aksi tersebut merupakan bentuk protes Washington terhadap pernyataan diplomat Prancis yang sebelumnya mengkritik sikap Amerika Serikat dalam pemungutan suara mengenai perpanjangan masa jabatan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk.
Selama pidato Prancis berlangsung, kursi delegasi Amerika Serikat di meja Dewan Keamanan tampak kosong. Para diplomat AS kembali memasuki ruang sidang setelah pidato tersebut berakhir.
Wakil Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk PBB, Dan Negreanu, menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan sebagai respons atas sikap Prancis yang dinilai terus mengkritik Washington dalam berbagai isu internasional.
“Kami pergi selama pidato Prancis,” ujar Negreanu, seraya menilai Prancis kerap mencoba memberikan penilaian terhadap negara lain, baik terkait konflik di Ukraina maupun isu-isu lain seperti hak asasi manusia.
Perselisihan
berawal dari pemungutan suara di markas besar PBB di New York mengenai perpanjangan masa jabatan Volker Türk sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Amerika Serikat bersama Rusia menolak perpanjangan mandat tersebut, sementara Prancis memberikan dukungan.
Usai pemungutan suara, diplomat Prancis menyatakan bahwa Amerika Serikat “pernah menjadi mercusuar hak asasi manusia, tetapi sekarang tidak lagi.” Pernyataan itu kemudian memicu respons dari delegasi Washington dalam sidang Dewan Keamanan.
Peristiwa tersebut mencerminkan bahwa perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota tetap PBB tidak hanya terjadi dalam isu keamanan internasional, tetapi juga menyangkut tata kelola lembaga multilateral dan agenda hak asasi manusia. Meskipun Amerika Serikat dan Prancis merupakan sekutu dalam berbagai forum internasional, keduanya tetap memiliki posisi yang berbeda dalam sejumlah isu strategis.
Aksi walkout di Dewan Keamanan juga menunjukkan bahwa dinamika diplomasi internasional tidak hanya berlangsung melalui negosiasi tertutup, tetapi dapat pula diwujudkan melalui simbol-simbol politik di forum resmi. Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa perbedaan kepentingan dan pandangan mengenai HAM masih berpotensi memengaruhi interaksi antarnegara di lingkungan PBB.
Kesimpulan
Insiden di Dewan Keamanan PBB tersebut mencerminkan bahwa perbedaan pandangan mengenai hak asasi manusia dan tata kelola lembaga internasional masih menjadi sumber ketegangan di antara negara-negara anggota. Meskipun Amerika Serikat dan Prancis merupakan mitra strategis dalam berbagai isu global, perbedaan sikap dalam forum multilateral menunjukkan bahwa kepentingan nasional dan pendekatan diplomatik masing-masing negara tetap dapat memengaruhi dinamika kerja sama di lingkungan PBB.
