Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dari Landasan Bandara Miami, 5 Tewas

Malang Raya, Folksnews.id —
Sebuah pesawat kargo berlogo Amazon tergelincir keluar dari landasan pacu Bandara Internasional Miami pada Minggu sore waktu setempat dan menghantam sejumlah kendaraan di darat. Insiden yang disertai kobaran api dan asap tebal tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, sementara lima lainnya mengalami luka-luka. Bupati Miami-Dade County, Daniella Levine Cava, membenarkan jumlah korban tersebut dalam konferensi pers yang digelar tak lama setelah kejadian.
Kronologi Insiden Saat Pesawat Mendarat dari Puerto Rico
Berdasarkan keterangan otoritas setempat, pesawat jenis Boeing 767-300 tersebut keluar dari lintasan pada pukul 13.58 waktu setempat ketika sedang melakukan pendaratan. Pesawat yang teridentifikasi sebagai penerbangan Prime Air nomor 7598 itu lepas landas dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di San Juan, Puerto Rico, sebelum akhirnya gagal berhenti di landasan pacu 30 Bandara Internasional Miami.
Sheriff Miami-Dade County, Rosie Cordero-Stutz, menjelaskan bahwa badan pesawat akhirnya berhenti di sebuah lahan terbuka yang berbatasan langsung dengan area bandara, setelah sebelumnya menabrak beberapa kendaraan yang berada di jalur lintasannya. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian ekor pesawat berada di luar pagar pembatas bandara, dengan kepulan asap hitam pekat membumbung dari badan pesawat.
Lebih dari 60 Unit dan 200 Petugas Pemadam Diterjunkan
Miami-Dade Fire Rescue mengerahkan lebih dari 60 unit dan sekitar 200 personel untuk menangani insiden tersebut. Kepala Pemadam Kebakaran Miami-Dade, Raied Jadallah, menyampaikan bahwa tim menemukan kebocoran bahan bakar dari badan pesawat begitu tiba di lokasi, sehingga upaya pemadaman api harus dibarengi dengan langkah mitigasi kebocoran tersebut agar tidak memperbesar risiko ledakan susulan.
Dari lima korban yang mengalami luka-luka, tiga di antaranya dilarikan ke pusat trauma dalam kondisi kritis, sementara dua lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat dengan cedera yang tidak seberat korban lainnya. Otoritas setempat turut membuka jalur telepon khusus (hotline) bagi keluarga yang ingin mencari informasi mengenai kerabat yang diduga terdampak insiden ini. Akibat kejadian tersebut, seluruh landasan pacu dan taxiway di Bandara Internasional Miami sempat ditutup total, memicu penghentian operasional penerbangan (ground stop) selama kurang lebih tiga jam.
Amazon Sampaikan Belasungkawa, FAA Buka Investigasi
Pesawat nahas tersebut sejatinya dioperasikan oleh maskapai kargo 21 Air yang berbasis di North Carolina, Amerika Serikat, di bawah kontrak layanan Amazon Prime Air. Juru bicara Amazon, Kelly Nantel, dalam keterangannya menyampaikan rasa duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang selama proses investigasi berlangsung.
Sementara itu, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) memastikan pihaknya akan menyelidiki penyebab pasti pesawat tersebut gagal berhenti di landasan pacu. Hingga berita ini diturunkan, otoritas belum merilis nama-nama korban maupun kesimpulan awal mengenai penyebab kecelakaan, dan proses penyelidikan lapangan dilaporkan masih terus berlangsung.
Penulis: Fiky | Folksnews.id
