Menara Eiffel Ditutup Sementara: Aksi Mogok Karyawan Akibat Isu Diskriminasi Gender
Reporter : Wahyu – FolksNews.id

PARIS – Menara Eiffel ditutup sementara setelah para staf dan karyawan pengelola melakukan aksi mogok kerja. Penutupan salah satu ikon wisata Paris tersebut dipicu oleh protes terkait dugaan diskriminasi gender dalam sebuah kunjungan privat.
Kronologi Penutupan dan Pemicu Protes
Wisatawan mendapati Menara Eiffel tertutup dengan pengumuman penundaan operasional. Awalnya, pengelola hanya menyebut alasan penutupan sebagai “faktor operasional”.
Namun, ketegangan terjadi di antara para pekerja setelah muncul laporan bahwa sejumlah karyawan perempuan diminta meninggalkan area pandang atau digantikan oleh karyawan laki-laki. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan permintaan delegasi organisasi keagamaan BAPS yang melakukan kunjungan privat.
Kondisi ini memicu kemarahan pekerja. Serikat pekerja menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender di lingkungan kerja.
Respons Manajemen dan Pejabat Prancis
Perusahaan pengelola Menara Eiffel, Société d’Exploitation de la Tour Eiffel (SETE), kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para staf. Manajemen juga berjanji melakukan investigasi internal terkait kejadian tersebut.
Kontroversi ini mendapat sorotan dari sejumlah pejabat dan politisi Prancis. Mereka menegaskan bahwa kesetaraan gender dan hak perempuan tidak boleh dikompromikan demi memenuhi permintaan pihak luar.
Dampak bagi Pariwisata Paris
Penutupan Menara Eiffel menjadi perhatian bagi sektor pariwisata Paris. Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya etika kerja, kesetaraan, dan transparansi dalam pengelolaan destinasi wisata.
Respons cepat serta hasil investigasi yang terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan reputasi Menara Eiffel sebagai simbol keterbukaan dan kesetaraan.
