Malang Migrant Center Bantu Mahasiswa Magang Luar Negeri

MALANG – Soft Launching Malang Migrant Center mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Perwakilan Migran Preneur Universitas Kepanjen, Lilik Widyawati, S.E., menilai pusat layanan tersebut dapat membantu mahasiswa yang mengikuti program magang ke luar negeri.
Hal itu disampaikan Lilik setelah soft launching Malang Migrant Center sekaligus pelepasan pekerja migran di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026).
Menurut Lilik, keberadaan Malang Migrant Center relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi. Khususnya, bagi kampus yang mengirim mahasiswa untuk mengikuti program magang di luar negeri.
Ia menilai kampus membutuhkan informasi dan arahan terkait proses keberangkatan mahasiswa. Selain itu, regulasi yang jelas juga diperlukan untuk memastikan mahasiswa mendapat perlindungan selama mengikuti program.
“Kami sangat mendukung launching Migrant Center Malang ini karena kampus kami akan sangat terbantu dengan aturan atau masukan dari Migrant Center untuk memperlancar dan memberi keamanan mahasiswa kami yang akan magang di luar negeri, sehingga sangat erat kaitannya dengan Migrant Center ini,” ujar Lilik.
Malang Migrant Center Bantu Mahasiswa Magang Luar Negeri
Lilik mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program magang ke luar negeri dapat memperoleh manfaat dari keberadaan pusat layanan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan keamanan selama menjalani kegiatan di negara tujuan.
Menurutnya, pendampingan dan informasi yang tepat dapat membantu kampus mempersiapkan mahasiswa sebelum keberangkatan. Dengan demikian, proses magang dapat berlangsung lebih terarah.
Selain itu, program magang luar negeri juga dinilai memberi manfaat dari sisi finansial. Mahasiswa berpeluang mendapatkan penghasilan selama menjalani program tersebut.
“Manfaat dari Migrant Center ini sangat luar biasa, salah satunya anak-anak yang berangkat ke luar negeri ini sangat terbantu secara finansial untuk membayar biaya kuliah,” katanya.
Perkuat Kolaborasi Kampus dan Malang Migrant Center

Lebih lanjut, dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pusat layanan migran. Kampus memiliki peran dalam menyiapkan mahasiswa sebelum mengikuti program di luar negeri.
Sementara itu, Malang Migrant Center dapat menjadi ruang koordinasi terkait informasi dan perlindungan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi program magang di luar negeri.
Karena itu, keberadaan Malang Migrant Center tidak hanya berkaitan dengan pekerja migran. Pusat layanan tersebut juga berpotensi mendukung kebutuhan perguruan tinggi yang memiliki program magang internasional.
Dengan sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti program magang luar negeri secara lebih aman dan terarah. Kolaborasi antara kampus dan Malang Migrant Center juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas peluang mahasiswa memperoleh pengalaman kerja internasional.
