Rencana Tarif Transit Selatan Hormus Tuai Penolakan, Industri Pelayaran Sebut Terlalu Membebani.

Spread the love
Foto illustrasi

MALANG – Melansir TASS, rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sempat mengusulkan pungutan sebesar 20 persen dari nilai kargo bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz menuai penolakan dari kalangan industri pelayaran internasional.

Perwakilan perusahaan pelayaran menilai besaran biaya tersebut tidak realistis dan akan memberikan beban finansial yang sangat besar bagi pelaku usaha. Menurut mereka, tarif sebesar 20 persen dari nilai kargo tergolong “tidak dapat diterima dan sangat berlebihan”.

Sebagai gambaran, sebuah kapal tanker yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dengan harga rata-rata US$80 per barel akan dikenai biaya transit bernilai puluhan juta dolar AS. Nilai tersebut dinilai jauh melampaui biaya operasional pelayaran dan berpotensi mengganggu rantai pasok energi global.

Pemerintah Jepang melalui Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyatakan telah mengetahui wacana tersebut. Namun, Tokyo belum memberikan tanggapan resmi karena masih menunggu kejelasan mengenai rincian kebijakan yang dimaksud oleh pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat ingin mengambil peran dalam menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz dengan memperoleh kompensasi sebesar 20 persen dari nilai kargo yang melintas. Namun, dalam perkembangan terbaru melalui platform Truth Social, Trump menyatakan tidak lagi mendorong skema tersebut dan lebih memilih memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan ini setiap hari. Karena itu, setiap wacana kebijakan yang berpotensi menambah biaya transit dinilai dapat memengaruhi harga energi dunia, biaya logistik internasional, serta stabilitas perdagangan global.

Artikel : Melansir floksnews dikutip TASS /Jepang Nikkei.

Sumber : https://tass.ru/ekonomika/27917569

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *