Gambar ilustrasi mata uang
|

Inflasi Laos Juli 2026 Naik Jadi 7,6 Persen Dipicu Tarif Listrik

Spread the love
Gambar ilustrasi mata uang LAOS KIP
Gambar ilustrasi mata uang LAOS KIP

Vientiane — Wahyu

Inflasi Laos Juli 2026 kembali sedikit meningkat, mencapai 7,6 persen, naik tipis dari 7,4 persen pada Juni. Salah satu pemicu utamanya adalah lonjakan tarif listrik yang melonjak hingga 91,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru Biro Statistik Laos, kenaikan tajam biaya listrik ini turut mengerek kategori perumahan, air, listrik, dan bahan bakar memasak naik 25,7 persen dibandingkan Juli 2025. Secara bulanan, tarif listrik bahkan naik 27,6 persen dibanding Juni, dan menjadi penyumbang utama kenaikan harga konsumen sebesar 0,7 persen sepanjang Juli.

Tren Melandai yang Sempat Terjadi

Kenaikan inflasi Laos Juli 2026 ini terjadi setelah tren inflasi sempat melandai beberapa bulan terakhir, dari 10,2 persen pada April, turun ke 9 persen pada Mei, lalu 7,4 persen pada Juni, seiring melunaknya harga bahan bakar dan nilai tukar yang lebih stabil. Namun, sejumlah pengeluaran harian warga tetap terus naik meski tren inflasi umum sempat melambat.

Transportasi dan Pangan Masih Jadi Beban

Sektor transportasi menjadi salah satu titik tekanan lain. Tarif bus tercatat 41,5 persen lebih mahal dibanding tahun lalu, dan sedikit naik dibanding Juni. Harga bahan bakar sendiri masih 30 persen lebih tinggi dibanding Juli 2025, meski sudah melandai dari bulan sebelumnya.

Harga pangan pun belum mereda. Beras ketan, makanan pokok banyak rumah tangga Laos, naik 3 persen baik dibanding Juli tahun lalu maupun Juni tahun ini. Sejumlah produk pertanian lain juga menyesuaikan harga mengikuti pola musim tanam.

Pengeluaran penting lain juga mencatat kenaikan. Biaya kesehatan dan obat-obatan naik 12,7 persen dari tahun lalu, biaya pendidikan naik 12,3 persen, dan harga restoran-hotel naik 9,4 persen.

Dibanding Bulan Sebelumnya, Gambarannya Beragam

Secara bulanan, harga-harga naik rata-rata 0,7 persen dibanding Juni, meski tidak semua kategori ikut naik. Kelompok perumahan mencatat kenaikan bulanan terbesar, 6,1 persen, didorong tarif listrik dan biaya konstruksi seperti batu, pasir, dan upah tukang cat yang ikut naik.

Biaya kesehatan naik 1,3 persen sepanjang bulan, dengan kenaikan pada obat-obatan, alat medis, layanan rawat jalan, dan rumah sakit. Harga makanan dan minuman non-alkohol naik 1 persen, terutama akibat sayuran segar yang melonjak 5,2 persen, sementara beras dan unggas naik tipis.

Kenaikan lebih kecil tercatat di kelompok alkohol-tembakau, peralatan rumah tangga, restoran-hotel, telekomunikasi, hiburan, dan pakaian. Sebaliknya, kelompok barang dan jasa lainnya justru turun 1,4 persen, dan biaya transportasi-komunikasi turun 1,1 persen dibanding Juni.

Upaya Pemerintah Menahan Inflasi

Pemerintah Laos disebut terus berupaya menahan inflasi di bawah 8 persen lewat langkah stabilisasi harga, penguatan produksi domestik, dan pengelolaan nilai tukar. Meski demikian, tagihan listrik dan biaya hidup sehari-hari warga masih terus terkerek naik, menjadi tantangan tersendiri bagi pemulihan ekonomi Laos ke depan.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *