Lebih dari 70 Tim Gabungan Dikerahkan Tangani Karhutla Bromo Hillside

Reporter: Vidyaningrum, AN., FolksNews
Malang—Lebih dari 70 tim gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), termasuk area yang mendekati Bromo Hillside, Kabupaten Malang. Pengerahan tim dilakukan sejak Sabtu hingga Minggu (13/9/2026).
Kepala Balai Besar TNBTS Rudianto mengatakan penanganan melibatkan berbagai unsur. Tim tersebut tidak hanya berasal dari internal TNBTS, tetapi juga melibatkan Kementerian Kehutanan dan sejumlah unit terkait.
“Dari Sabtu hingga Minggu sudah ada lebih dari 70 tim gabungan yang dikerahkan di kawasan TNBTS,” ujar Rudianto, Minggu (13/9/2026).
Menurut Rudianto, unsur yang terlibat antara lain Balai Besar TNBTS, Kementerian Kehutanan, serta Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Jabalnusra. Dukungan juga datang dari Balai Taman Nasional Bali Barat.
“Selain dari tim kami, Kementerian Kehutanan, Balai Besar TNBTS, Balai Gakkum Jabalnusra Kehutanan Surabaya, termasuk teman-teman dari BTN Taman Nasional Bali Barat,” katanya.
Penanganan Karhutla Bromo Dilakukan Bersama

Pengerahan lebih dari 70 tim tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla yang meluas hingga kawasan Jemplang dan mendekati Bromo Hillside.
Berdasarkan laporan penanganan pada Minggu, tim gabungan masih melakukan pemadaman, pembasahan, pemantauan, serta observasi terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Medan yang terjal dan akses terbatas menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran.
Kawasan Bromo Hillside sebelumnya menjadi salah satu area yang mendapat perhatian setelah pergerakan api mencapai sekitar Pos Jemplang. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pembasahan untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan TNBTS Menjalar ke Area Bromo Hillside
Tim Gabungan Pantau Titik Api
Rudianto menjelaskan, pengerahan personel lintas instansi diperlukan untuk memperkuat penanganan di sejumlah titik yang sulit dijangkau.
Petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap sisa bara dan kepulan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman.
Pada Minggu (13/9), Kepala Balai Besar TNBTS juga menyampaikan bahwa sejumlah lokasi masih terlihat mengeluarkan asap. Petugas gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.
Penanganan karhutla kemudian dilanjutkan melalui pemadaman dan pembasahan dari jalur darat. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pemadaman di kawasan Bromo.
