|

Robot Tiangong Ultra Lari 100 Meter 8,86 Detik, Kalahkan Rekor Usain Bolt

Spread the love
Tiangong Ultra Lari 100 Meter 8,86 Detik, Kalahkan Rekor Usain Bolt Dok CCTV.com
Tiangong Ultra Lari 100 Meter 8,86 Detik, Kalahkan Rekor Usain Bolt Dok CCTV.com

Robot humanoid Tiangong Ultra buatan China mencatatkan waktu 8,86 detik dalam lari 100 meter pada ajang World Humanoid Robot Games kedua di Beijing, Selasa (25/8/2026). Capaian ini memecahkan rekornya sendiri, 9,39 detik, yang ia bukukan saat pembukaan acara beberapa hari sebelumnya.

Yang membuat pencapaian ini semakin mencuri perhatian, waktu tempuh Tiangong Ultra tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan rekor dunia lari 100 meter putra milik manusia, 9,58 detik, yang dipegang sprinter asal Jamaika, Usain Bolt, sejak 2009.

Tercatat di Babak Semifinal

Waktu 8,86 detik itu dicetak Tiangong Ultra pada babak semifinal kategori robot ukuran besar (large-size division). Robot ini dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Center, lembaga riset yang didukung pemerintah lokal Beijing.

Ajang World Humanoid Robot Games edisi kedua ini digelar di National Speed Skating Oval, arena yang sebelumnya digunakan untuk Olimpiade Musim Dingin 2022. Kompetisi ini diikuti lebih dari 2.000 robot dari 666 tim yang bersaing dalam 51 cabang, mulai dari sepak bola, tari, hingga kontes tugas-tugas industri.

Sempat Terbakar Usai Melewati Garis Finis

Untuk menghentikan laju robot-robot pelari, panitia memasang matras tebal di belakang garis finis. Setelah menembus matras tersebut, Tiangong Ultra sempat ambruk dan bagian tubuhnya mengeluarkan percikan api kecil akibat benturan. Adapun pada semifinal lain, salah satu robot peserta justru mengalami kerusakan dan bagian tubuhnya terlepas di tengah lintasan.

Lompatan Besar dari Tahun Lalu

Pencapaian Tiangong Ultra tahun ini menunjukkan lompatan performa yang signifikan. Pada edisi perdana ajang ini tahun lalu, Tiangong hanya membutuhkan waktu 21,50 detik untuk menuntaskan lari 100 meter. Beberapa bulan sebelumnya, robot ini juga tercatat sebagai juara pada lomba half-marathon robot humanoid pertama di dunia, juga di Beijing, dengan waktu setara pelari amatir, yakni 2 jam 40 menit.

Pada hari pembukaan ajang tahun ini, Tiangong Ultra sempat unggul tipis dari robot buatan produsen ponsel Honor, Lightning, yang pada kesempatan itu mencatatkan waktu 9,47 detik.

Simbol Perlombaan Teknologi Robotika

Ajang lima hari yang digelar bersamaan dengan World Robot Conference 2026 di Beijing ini dipandang sebagai etalase kemajuan pesat robotika China, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dengan Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai kecepatan lari bukan satu-satunya tolok ukur kemajuan teknologi robot humanoid, karena aspek kestabilan, ketahanan, dan kemampuan adaptasi di lingkungan nyata juga menjadi indikator penting ke depan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *