ASEAN Capai Konsensus Pengembangan ASEAN Power Grid
Reporter: Vidyaningrum, AN

MANILA, 9 Oktober — Negara-negara anggota ASEAN mencapai konsensus untuk memperkuat kerja sama pengembangan jaringan listrik regional melalui pembaruan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ASEAN Power Grid (APG). Kesepakatan tersebut dicapai dalam Pertemuan Menteri Energi ASEAN ke-44 di Filipina, 7 Oktober 2026.
Menteri Energi Filipina Sharon Garin menyampaikan bahwa seluruh negara anggota telah menyepakati MoU yang diperbarui. Namun, proses penandatanganan dokumen tersebut masih perlu diselesaikan.
ASEAN Power Grid Dorong Koneksi Listrik Lintas Negara
ASEAN Power Grid merupakan inisiatif untuk menghubungkan jaringan listrik negara-negara Asia Tenggara. Menurut ASEAN Centre for Energy, program ini bertujuan memperkuat ketahanan energi, meningkatkan keandalan pasokan listrik, dan mendukung perdagangan listrik multilateral.
Melalui jaringan tersebut, negara anggota dapat mengembangkan koneksi listrik lintas batas. Dengan demikian, kerja sama ini membuka peluang bagi negara-negara ASEAN untuk saling menyalurkan listrik sesuai kapasitas jaringan dan kesepakatan yang berlaku.
Gagasan ASEAN Power Grid telah diperkenalkan sejak 1997. Meski demikian, pengembangannya membutuhkan koordinasi lintas negara, pembangunan infrastruktur, serta aturan yang mendukung perdagangan listrik regional.
Pembiayaan dan Kajian Teknis Masih Dibutuhkan
Meski telah mencapai konsensus, pengembangan ASEAN Power Grid masih memerlukan sejumlah tahapan. Garin menjelaskan bahwa negara anggota perlu menyiapkan pembiayaan untuk kajian, menyelesaikan studi teknis, serta membahas aspek regulasi.
Karena itu, kesepakatan MoU belum berarti seluruh jaringan listrik regional sudah terbangun atau beroperasi. Pelaksanaan proyek masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan penyelesaian berbagai kebutuhan teknis serta pendanaan.
Selain itu, pengembangan jaringan listrik regional menjadi bagian dari agenda kerja sama energi ASEAN untuk memperkuat ketahanan pasokan dan konektivitas antarnegara.
ASEAN Centre for Energy juga menempatkan pengembangan ASEAN Power Grid sebagai salah satu prioritas kerja sama energi kawasan. Upaya tersebut mencakup penguatan perdagangan listrik multilateral dan pengembangan kerangka kerja untuk koneksi listrik lintas negara.
Dengan tercapainya konsensus atas MoU yang diperbarui, negara-negara ASEAN memiliki dasar kerja sama yang lebih kuat untuk melanjutkan pembahasan. Namun, realisasi jaringan listrik regional tetap membutuhkan penyelesaian dokumen, pembiayaan, kajian teknis, dan pengaturan regulasi.
