Bank of England Diperkirakan Naikkan Suku Bunga, Pasar Waspadai Kenaikan Lanjutan
Reporter: Vidyaningrum, AN

LONDON, 2/11/2026 FolksNews – Bank of England (BoE) diperkirakan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4 persen pada Kamis (5/11/2026). Namun, bank sentral Inggris tersebut berpotensi menahan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan pada 2027 di tengah tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Kenaikan suku bunga dari 3,75 persen menjadi 4 persen diperkirakan menjadi yang pertama sejak Agustus 2023. Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi yang terus melampaui proyeksi bank sentral.
Reuters melaporkan, inflasi konsumen Inggris mencapai 3,5 persen secara tahunan pada September 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi BoE pada Juli yang memperkirakan inflasi sebesar 3 persen.
Tekanan harga energi global dan berkepanjangannya perang Iran turut memperbesar risiko inflasi. BoE khawatir kenaikan biaya energi akan merambat ke upah pekerja dan harga barang maupun jasa.
Gubernur BoE Andrew Bailey sebelumnya memperingatkan bahwa bank sentral tidak dapat menunggu bukti yang sepenuhnya meyakinkan mengenai dampak lanjutan inflasi. Jika terlalu lama menunggu, kebijakan pengetatan moneter berisiko terlambat dilakukan.
Perbedaan Pandangan di Komite Kebijakan Moneter
Keputusan suku bunga diperkirakan tidak berlangsung tanpa perbedaan pandangan. Komite Kebijakan Moneter atau Monetary Policy Committee (MPC) sebelumnya terpecah dalam menentukan arah kebijakan.
Pada September 2026, enam anggota MPC memilih mempertahankan suku bunga, sedangkan tiga anggota lainnya mendukung kenaikan.
Survei Reuters terhadap para ekonom memperkirakan keputusan kenaikan suku bunga pada November akan didukung tujuh anggota MPC, sementara dua anggota lainnya diperkirakan tetap memilih suku bunga tidak berubah.
Alan Taylor dan Swati Dhingra diperkirakan menjadi anggota yang paling mungkin mempertahankan sikap tersebut. Keduanya menilai kapasitas ekonomi yang masih tersedia menjadi alasan untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.
Sebaliknya, sejumlah pembuat kebijakan, termasuk Kepala Ekonom BoE Huw Pill serta anggota eksternal Catherine Mann dan Megan Greene, telah menyampaikan kritik terhadap penanganan inflasi oleh bank sentral.
Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan dilema BoE dalam menjaga stabilitas harga tanpa memperburuk kondisi ekonomi Inggris.
Pasar Berpotensi Salah Memperkirakan Kenaikan Berikutnya
Meski kenaikan suku bunga pada November diperkirakan terjadi, pasar keuangan masih memperhitungkan kemungkinan pengetatan moneter yang lebih agresif.
Investor memperkirakan suku bunga dapat meningkat tiga hingga empat kali lagi pada 2027. Jika terealisasi, suku bunga acuan Inggris berpotensi mencapai 4,75 hingga 5 persen.
Namun, para ekonom menilai BoE belum tentu mendukung ekspektasi tersebut. Bank sentral berpotensi memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan tidak akan berlangsung sebanyak yang diperkirakan pasar.
Alexander Harvey, ekonom Inggris dari Oxford Economics, mengatakan pernyataan anggota MPC dan risalah rapat akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan.
Pasar juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru BoE serta penilaian awal terhadap anggaran pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan John Healey pada pekan sebelumnya.
Pemerintah Inggris telah menawarkan dukungan terbatas kepada rumah tangga dan pengendara yang menghadapi kenaikan biaya energi. Kebijakan tersebut sebagian didanai melalui pajak terhadap perbankan.
Meski demikian, para ekonom memperkirakan langkah fiskal tersebut hanya memberikan dampak terbatas terhadap penurunan inflasi.
BoE dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis pukul 12.00 GMT atau 19.00 WIB. Bailey dan sejumlah pejabat bank sentral kemudian akan menggelar konferensi pers pada pukul 12.30 GMT atau 19.30 WIB.
Keputusan tersebut akan menjadi perhatian investor karena tidak hanya menentukan biaya pinjaman di Inggris, tetapi juga memberikan gambaran mengenai seberapa jauh bank sentral bersedia menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
