Mediator Qatar Kembali ke Teheran, Dorong Kesepakatan AS–Iran
Reporter: Vidyaningrum, AN

TEHERAN, 31/10/2026 Folksnews.id— Mediator Qatar kembali ke Teheran pada Jumat (30/10/2026) untuk mendorong kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Upaya diplomasi tersebut berlangsung di tengah ketegangan militer dan perbedaan tuntutan kedua negara terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa perundingan Qatar di Teheran telah dikoordinasikan dengan Washington. Namun, belum ada kepastian mengenai tercapainya kesepakatan.
Qatar sebelumnya menyampaikan rancangan rencana perdamaian kepada Iran pada Minggu (25/10). Seorang pejabat senior Iran menilai usulan tersebut tidak dapat diterima dan menyatakan Teheran tetap mempertahankan posisinya terkait program nuklir.
Mediator Qatar Kembali ke Teheran
Kembalinya mediator Qatar menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Perundingan berlangsung ketika kedua pihak masih memiliki perbedaan mendasar mengenai urutan pembahasan.
Washington menginginkan isu nuklir Iran masuk dalam negosiasi sejak awal. Sebaliknya, Teheran meminta Amerika Serikat terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan Iran dan mencabut sanksi yang membatasi ekspor minyak negara tersebut.
Perbedaan tuntutan itu menjadi salah satu hambatan dalam pembicaraan. Hingga Jumat, belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan atas rancangan yang diajukan Qatar.
Iran Tetap Mengajukan Proposal Sendiri
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada Rabu (28/10) bahwa Teheran masih berkomunikasi dengan para mediator. Pembicaraan tersebut bertujuan meninjau sejumlah gagasan yang dapat mendukung pelaksanaan proposal Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Iran mengajukan rencana tujuh hari sebagai salah satu upaya penyelesaian konflik. Namun, perbedaan pandangan dengan Washington masih menyangkut isu nuklir, blokade pelabuhan, dan sanksi ekspor minyak.
Belum ada keterangan bahwa proposal Iran maupun rancangan Qatar telah disepakati oleh kedua pihak.
Ketegangan Militer Membayangi Upaya Diplomasi
Upaya Qatar berlangsung di tengah ketidakpastian mengenai arah konflik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa komunikasi Wakil Presiden JD Vance dengan Iran berkaitan dengan pasokan medis, setelah laporan media mengaitkannya dengan upaya menghidupkan kembali perundingan.
Di sisi lain, mediator Qatar melanjutkan pembicaraan dengan Iran yang dikoordinasikan bersama Washington. Perkembangan tersebut menunjukkan jalur diplomasi masih berjalan, meski belum menghasilkan kesepakatan yang diumumkan secara resmi.
