Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik TKA SMA SMK 2026 di sekolah.

TKA SMA/SMK Dimulai Hari Ini, 3,86 Juta Peserta Terdaftar

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik TKA SMA SMK 2026 di sekolah.
Kemendikdasmen memulai TKA jenjang SMA/MA/SMK pada 26 Oktober 2026 dengan jutaan peserta terdaftar dan penyesuaian bagi sekolah terdampak bencana/Foto: Ilustrasi

JAKARTA, 26/10/2026 FolksNews.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat pada Senin (26/10/2026). Sebanyak 3.864.195 peserta telah menyelesaikan pendaftaran dari total 4.213.114 calon peserta, atau mencapai 91,72 persen.

Kemendikdasmen memastikan kesiapan sistem asesmen, infrastruktur, dan pengawasan untuk mendukung pelaksanaan TKA 2026. Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian jadwal bagi sekolah di daerah terdampak bencana yang belum memenuhi persyaratan keamanan.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa kesiapan pelaksanaan TKA mencakup kelengkapan data peserta hingga pengawasan di ruang ujian.

“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” ujar Toni dalam taklimat media persiapan TKA di Jakarta, Jumat (23/10/2026), sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen.

TKA 2026 Digelar dalam Dua Gelombang

Pelaksanaan TKA jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.

Pembagian jadwal tersebut mempertimbangkan kapasitas infrastruktur dan kemampuan sistem dalam melayani peserta. Kemendikdasmen menyiapkan moda daring yang mampu melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan, pemerintah menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri.

Sebelum pelaksanaan utama, Kemendikdasmen juga menggelar gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026. Tahap ini digunakan untuk menguji kesiapan perangkat, jaringan, sistem asesmen, serta pemahaman petugas dan peserta terhadap prosedur ujian.

Melalui tahapan tersebut, pemerintah berupaya mengurangi kendala teknis yang berpotensi mengganggu kelancaran pelaksanaan TKA di berbagai daerah.

Sekolah Terdampak Bencana Dapat Penyesuaian

Selain kesiapan teknis, Kemendikdasmen memberi perhatian pada sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid, guru, serta petugas menjadi prioritas dalam pelaksanaan asesmen.

Toni menjelaskan bahwa dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama berkoordinasi untuk memetakan kondisi sekolah. Pemetaan meliputi aspek keselamatan, kesehatan, akses menuju sekolah, dan kesiapan satuan pendidikan.

Sekolah yang belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan sekolah yang dapat mengikuti ujian sesuai jadwal atau memerlukan dukungan dan penyesuaian melalui jadwal susulan.

Dengan kebijakan tersebut, peserta yang terdampak bencana tetap memiliki kesempatan mengikuti TKA tanpa mengabaikan keselamatan mereka.

Peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena sakit, kendala teknis, atau kondisi tertentu juga dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan. Satuan pendidikan perlu mencatat kendala tersebut dalam berita acara untuk dikoordinasikan dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.

Kemendikdasmen Imbau Peserta Tetap Tenang

Kemendikdasmen mengimbau peserta mempersiapkan diri dengan belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan ujian.

Dukungan orang tua dan guru juga diperlukan agar peserta dapat mengikuti asesmen dengan tenang dan percaya diri.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa gladi bersih menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan teknis sekaligus membantu satuan pendidikan mengenali kendala sebelum ujian utama berlangsung.

Menurut Kemendikdasmen, hasil TKA dapat digunakan untuk memetakan kompetensi murid dan membantu guru merencanakan pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Hasil asesmen juga dapat menjadi salah satu informasi bagi peserta dalam proses transisi ke jenjang pendidikan berikutnya.

Pelaksanaan TKA 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026, dengan pembagian gelombang dan sesi sesuai ketentuan pemerintah.

Melalui kesiapan sistem, pengawasan, serta penyesuaian bagi sekolah yang menghadapi kondisi khusus, Kemendikdasmen berupaya memastikan pelaksanaan TKA berlangsung tertib, berintegritas, dan memberikan kesempatan yang adil bagi peserta di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemdiktisaintek Danai 378 Proposal Aksara Mahasiswa 2026 Senilai Rp38,2 Miliar

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *