|

Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor ke Austria, Cek Syaratnya

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Beasiswa Doktor ke Austria IASP 2027 Kemdiktisaintek
Kemdiktisaintek membuka pendaftaran Beasiswa Doktor ke Austria melalui IASP 2027/Gambar: Ilustrasi Folksnews

JAKARTA, 2 Oktober— Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027. Program ini ditujukan bagi dosen tetap yang ingin menempuh pendidikan doktor di Austria.

Pendaftaran beasiswa doktor ke Austria dibuka hingga 1 Maret 2027. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Sumber Daya Nomor 3414/DST/B4/DT.04.02/2026 tertanggal 29 September 2026.

Selanjutnya, dosen yang memenuhi syarat dapat mendaftar melalui laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Pelamar perlu memilih menu beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP).

Syarat Dasar Pelamar

Pertama, pelamar harus memenuhi syarat berikut:

  1. Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.
  2. Memiliki NUPTK yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
  3. Memiliki surat izin berbahasa Inggris dari pimpinan perguruan tinggi asal bagi dosen PTN. Bagi dosen PTS, surat izin berasal dari Kepala LLDikti wilayah masing-masing.
  4. Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan doktor.
  5. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.

Syarat Kemampuan Bahasa Inggris

Selanjutnya, pelamar harus memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Sertifikat tersebut maksimal berusia dua tahun.

Skor minimal yang ditetapkan adalah:

  • TOEFL iBT 90;
  • TOEFL ITP 550; atau
  • IELTS 6,5.

Namun, pelamar juga wajib memenuhi skor yang ditetapkan perguruan tinggi tujuan jika nilainya lebih tinggi.

Proposal Penelitian

Selain kemampuan bahasa, pelamar wajib memiliki proposal penelitian berbahasa Inggris sepanjang 5–10 halaman.

Proposal tersebut harus mendapat persetujuan calon pembimbing di perguruan tinggi Austria. Isinya mencakup:

  • topik atau judul penelitian;
  • identitas penulis;
  • permasalahan penelitian;
  • kajian pustaka;
  • hasil yang diharapkan;
  • kontribusi penelitian bagi Austria dan/atau Indonesia;
  • metodologi, desain penelitian, pertanyaan penelitian atau hipotesis, metode riset, rencana kerja, dan linimasa;
  • pernyataan penggunaan AI generatif jika digunakan;
  • daftar pustaka; serta
  • daftar publikasi peneliti jika ada atau kualifikasi yang mendukung penelitian.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Berikutnya, pelamar harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung:

  1. CV berbahasa Inggris.
  2. Dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris. Surat dapat berasal dari pembimbing magister atau atasan langsung.
  3. Paspor yang masih berlaku, khususnya halaman yang memuat nama dan foto.
  4. Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan bersifat unconditional. LoA dapat berasal dari perguruan tinggi Austria atau calon pembimbing di perguruan tinggi Austria.
  5. Ijazah dan transkrip nilai magister dengan kelulusan maksimal 10 tahun pada tahun pendaftaran.
  6. Jika ijazah dan transkrip belum tersedia dalam bahasa Inggris, dokumen tersebut wajib diterjemahkan oleh penerjemah profesional.
  7. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dalam bahasa Inggris dari dokter rumah sakit pemerintah.

Ketentuan Khusus IASP 2027

Selain itu, Kemdiktisaintek menetapkan dua ketentuan khusus bagi pelamar.

Pertama, pelamar yang berstatus suami istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama tidak diperkenankan memilih perguruan tinggi atau supervisor yang sama.

Kedua, pelamar tidak diperkenankan mendaftar IASP dan Ernst-Mach Grants (EMG) ASEAUNINET pada waktu yang sama.

Pendaftaran Beasiswa Doktor ke Austria

Setelah seluruh syarat terpenuhi, pelamar dapat mendaftar paling lambat 1 Maret 2027 melalui laman Kualifikasi Dikti.

Informasi lebih lanjut mengenai IASP 2027 dapat diperoleh melalui laman grants.at. Selain itu, pelamar dapat menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek melalui email bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.

IASP merupakan program beasiswa pendidikan jenjang doktor di perguruan tinggi Austria bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *