Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang meninjau kebakaran TPA Supit Urang.

Sidak TPA Supit Urang, Wali Kota Malang Buka Opsi Hujan Buatan untuk Percepat Pemadaman

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang meninjau kebakaran TPA Supit Urang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua Komisi C DPRD Kota Malang meninjau penanganan kebakaran TPA Supit Urang pada Kamis, (22/10/2026)

MALANG, 23/10/2026 FolksNews.id – Wali Kota Malang Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M membuka opsi koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait kemungkinan penerapan hujan buatan untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Langkah tersebut dipertimbangkan setelah petugas menghadapi kendala bara api di dalam timbunan sampah, angin kencang, dan keterbatasan sumber air.

Sidak TPA Supit Urang, Wali Kota Malang Pertimbangkan Hujan Buatan

Wahyu menyampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Muhammad Anas Muttaqin, Sekretaris Daerah, serta jajaran pemadam kebakaran, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita tadi sudah melihat karena dalamnya bara api di dalam tanah menyebabkan pipa pemadaman sempat pecah. Sehingga kami mencoba koordinasi dengan provinsi atau pusat, mungkin kalau ada hujan buatan yang akan menyirami di sekitar Supit Urang, insyaallah mereka akan cepat penanganan,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, pemadaman kebakaran sampah memiliki tantangan berbeda dibandingkan kebakaran gedung. Kobaran api yang tidak terlihat di permukaan belum tentu menandakan titik tersebut sudah sepenuhnya padam.

Bara api masih dapat bertahan di bagian dalam timbunan sampah. Kondisi itu diperparah cuaca kemarau dan angin kencang yang membuat api berpotensi kembali menyala serta menyulitkan petugas mengendalikan arah rambatannya.

Angin Berubah Arah, Asap Hambat Petugas

Bara api di TPA Supit Urang
Titik api masih ditemukan di Lokasi TPA Supit Urang

Wahyu menjelaskan, arah angin yang berubah-ubah menjadi salah satu kendala utama selama proses pemadaman. Angin dapat bergerak dari selatan ke utara, kemudian berubah dari barat ke timur.

Perubahan tersebut membuat petugas harus menyesuaikan penanganan di lapangan. Asap yang sangat pekat juga membatasi pergerakan relawan sehingga mereka perlu bergantian menjalankan tugas.

“Upaya yang sudah dilakukan juga mereka lakukan dengan maksimal, tetapi karena cuaca kemarau anginnya keras. Beberapa penanganan di titik apinya sebenarnya sudah ditangani, tetapi karena sampah berbeda, kadangkala di atas tidak kelihatan tidak ada api, tapi di dalam masih ada bara api,” kata Wali Kota Malang, pada Kamis, (22/10/2026).

Selain kondisi cuaca, keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber air menjadi persoalan tersendiri. Kendala tersebut menambah kompleksitas penanganan kebakaran di kawasan TPA.

Pemkot Apresiasi Bantuan Lintas Daerah

Dalam sidak tersebut, Wahyu menyampaikan apresiasi kepada berbagai unsur yang terlibat dalam pemadaman, termasuk relawan, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Bantuan datang dari Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, serta unsur Kodim dan kepolisian. Kolaborasi lintas daerah dan instansi dinilai penting untuk mendukung penanganan kebakaran yang belum mudah dikendalikan.

Meski demikian, opsi hujan buatan masih berupa rencana koordinasi. Belum ada kepastian mengenai pelaksanaan maupun jadwal penerapannya berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam sidak tersebut.

Baca juga: Kebakaran TPA Supit Urang Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *