Babak Baru Polemik Ijazah Gibran: MA Batalkan Suket, KPU Nyatakan Tuntas, Sang Wapres Siap Adu Bukti
Viky – folksnews

JAKARTA — Belakangan ini, ruang diskursus publik di Tanah Air kembali memanas usai Mahkamah Agung (MA) menerbitkan putusan kasasi yang membatalkan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah setingkat SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keputusan dari peradilan tertinggi ini serta-merta memantik ragam analisis hukum dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pengamat politik.
Pemilu Tuntas, Tak Berdampak Konstitusional
Menyikapi rentetan sorotan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera mengambil garis batas yang tegas. Otoritas penyelenggara pemilu itu menekankan bahwa seluruh tahapan Pemilihan Umum 2024 telah berstatus tuntas dan inkrah. Oleh karena itu, secara administratif, putusan peradilan ini dinilai tak lagi memberikan dampak konstitusional terhadap hasil dan penetapan pemilu yang sudah sah berlalu.
Tanggapan Langsung dari Sang Wapres
Sementara itu, di tengah pusaran opini publik, sang Wapres akhirnya memberikan tanggapan langsung secara terbuka. Menyadur dari laporan pemberitaan jaringan televisi nasional tvOneNews pada Jumat (30/10), Gibran merespons polemik ini selepas menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Jami Ar-Ridho, Jakarta Barat. Alih-alih bersikap defensif atau menghindar dari kejaran awak media, ia justru tampil tenang dan amat percaya diri.
Gugatan PTUN Dicabut, Gibran Sayangkan Batal “Buka-bukaan”
Lebih lanjut, Gibran secara khusus menyoroti perkara gugatan paralel di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan itu secara mengejutkan malah dicabut oleh pihak penggugat tepat sebelum memasuki tahapan pembuktian. Ia pun secara blak-blakan menyayangkan pencabutan tersebut karena memutus momentumnya untuk mengklarifikasi masalah di muka persidangan.
“Kita sudah menyiapkan semua dokumen yang nanti disiapkan untuk sidang pembuktian dan kami juga siap untuk buka-bukaan. Ya tapi mau gimana lagi, penggugatnya malah mundur,” tegas Gibran.
Pada akhirnya, respons proaktif ini mengisyaratkan pesan yang sangat jelas. Kendati gerbong tahapan pemilu telah lama usai, sang Wapres menegaskan ketidakgentarannya dan siap menggelar seluruh bukti keabsahan pendidikannya demi menuntaskan keraguan di tengah masyarakat.
