Kebakaran TPA Supit Urang Hari Kelima, Water Bombing Berpotensi Berlanjut
Reporter: Vidyaningrum, AN

MALANG, 26/10/2026 FolksNews.id – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, memasuki hari kelima pada Minggu (25/10/2026). Meski kobaran api mulai berkurang, bara di dalam tumpukan sampah masih menjadi kendala pemadaman. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengerahkan helikopter water bombing yang melakukan 30 sorti pada Minggu.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemadaman melalui udara diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko bagi petugas dan relawan. Sebab, bara api masih berpotensi tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah.
“Penanganan (kebakaran TPA Supit Urang) tidak bisa hanya mengandalkan jalur darat. Di bawah tumpukan sampah masih tersimpan bara api. Jika tumpukan itu ambles, keselamatan petugas dan relawan sangat terancam. Dengan water bombing, upaya penanganan jauh lebih aman,” ujar Khofifah, Minggu (25/10/2026)
Pemprov Jatim merencanakan kelanjutan operasi water bombing pada Senin (26/10/2026). Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi cuaca dan izin penerbangan dari Lanud Abdulrachman Saleh.
Dengan demikian, belum ada kepastian bahwa helikopter kembali melakukan penyiraman udara pada Senin. Sementara itu, petugas gabungan tetap melanjutkan penanganan dari darat.
Helikopter Lakukan 30 Sorti Pemadaman
Khofifah meninjau penanganan kebakaran TPA Supit Urang pada Minggu (25/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa helikopter telah melakukan 30 sorti water bombing untuk membantu memadamkan api.
Menurut Khofifah, pengerahan helikopter bukan perkara mudah karena sejumlah daerah lain juga membutuhkan fasilitas serupa.
Pemadaman melalui udara menjadi salah satu langkah untuk menjangkau area yang sulit ditangani secara langsung. Selain itu, metode tersebut diharapkan mengurangi risiko bagi petugas yang bekerja di atas timbunan sampah.
Struktur tumpukan sampah yang tidak stabil menjadi perhatian dalam proses pemadaman. Bara yang masih tersimpan di bagian dalam dapat memicu kebakaran kembali meskipun api di permukaan mulai berkurang.
Bara Api Masih Ditangani dari Darat
Selain menggunakan helikopter, petugas gabungan melanjutkan pemadaman dari darat. Upaya ini dilakukan melalui pembasahan, injeksi air, serta pengerukan dan penimbunan tanah pada titik yang masih menyimpan panas.
Polresta Malang Kota bersama BPBD Kota Malang juga memantau perkembangan titik panas di lokasi kebakaran.
Dalam pemantauan pada Minggu, petugas menemukan bahwa berkurangnya kobaran api belum menjamin seluruh area aman. Karena itu, pembasahan perlu menjangkau bagian dalam tumpukan sampah untuk mencegah api kembali menyala.
Petugas turut mengerahkan ekskavator untuk menangani area yang masih menyimpan bara. Tanah digunakan untuk menutup titik tertentu guna mengurangi pasokan oksigen yang dapat memicu penyalaan kembali.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan sambil memantau kondisi lapangan dan arah angin. Berdasarkan pemantauan petugas pada Minggu, angin bergerak ke arah barat dan utara Kota Malang.
Hujan Membantu Proses Pemadaman
Penanganan kebakaran juga terbantu oleh hujan yang turun pada Sabtu (24/10/2026) sore hingga malam. Hujan tersebut berkaitan dengan upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov Jatim.
Meski demikian, hujan belum memastikan seluruh bara di dalam tumpukan sampah padam. Petugas tetap perlu melakukan pembasahan dan penanganan langsung pada titik panas yang masih ditemukan.
Kebakaran dilaporkan berdampak pada area seluas sekitar 15 hektare. Luas tersebut mencakup tujuh hektare di zona old landfill atau lahan timbunan lama dan delapan hektare di zona new landfill atau lahan timbunan baru.
Operasi Udara Menunggu Kondisi Cuaca
Rencana kelanjutan water bombing pada Senin masih bergantung pada kondisi cuaca dan izin penerbangan. Koordinasi dengan Lanud Abdulrachman Saleh diperlukan untuk menentukan waktu helikopter dapat beroperasi dengan aman.
Sementara menunggu kepastian operasi udara, petugas gabungan tetap menangani titik panas melalui pembasahan dan pengerukan tumpukan sampah.
Penanganan berfokus pada pemadaman bara yang tersembunyi agar tidak kembali memicu kobaran api. Pemerintah dan petugas gabungan juga terus memantau kondisi lokasi sebelum menyatakan area kebakaran aman.
Baca juga: Asap Kebakaran TPA Supit Urang Mengancam Warga, Wali Kota Malang Minta Batasi Aktivitas Luar Rumah
