LATIHAN KADER III BADKO HMI JATIM Dorong Kader Berkarakter, Wakil Ketua Baleg DPR RI Tekankan Peran Mahasiswa dalam Membangun Regulasi Nasional

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum AN – FolksNews.id

Dokumentasi Sambutan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI di Malang Creative Center/Dok.Pribadi

MALANG, FolksNews.id – Latihan Kader III BADKO HMI Jawa Timur menghadirkan Ahmad Doli Kurnia Tandjung selaku Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai narasumber utama untuk membahas paradigma baru gerakan HMI dalam menjembatani akselerasi industri dan keadilan ekologi demi masa depan Indonesia, pada Rabu Sore (05/08/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur ini mengangkat tema “Paradigma Baru Gerakan HMI: Menjembatani Akselerasi Industri dan Keadilan Ekologi demi Kedaulatan Masa Depan Indonesia.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan bangsa yang kini menghadapi percepatan pembangunan industri sekaligus tuntutan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Bagi HMI, kaderisasi bukan sekadar proses organisasi, melainkan upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, serta tanggung jawab moral dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Melalui Advance Training BADKO HMI Jatim, para kader didorong untuk memiliki perspektif yang lebih luas mengenai pembangunan nasional, termasuk memahami pentingnya regulasi yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Regulasi Harus Menjadi Jembatan antara Industri dan Keadilan Ekologi
Dokumentasi Wawancara Ekslusif FolkNews bersama Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Malang Creative Center/Dok.Pribadi

Dokumentasi Wawancara Ekslusif FolkNews bersama Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Malang Creative Center/Dok.Pribadi

Menanggapi tema kegiatan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung dari Fraksi Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, Indonesia telah memiliki berbagai perangkat hukum yang mengatur pembangunan ekonomi maupun perlindungan lingkungan, namun implementasi dan penyempurnaannya harus terus dilakukan agar keduanya berjalan secara seimbang.

Ia menilai regulasi tidak boleh dipandang sebagai penghambat investasi, tetapi justru sebagai instrumen yang memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Regulasi harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan industri dan keadilan ekologis. Pembangunan tidak boleh mengabaikan lingkungan, tetapi perlindungan lingkungan juga harus mampu berjalan berdampingan dengan pertumbuhan ekonomi. Di sinilah pentingnya penyempurnaan regulasi yang responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Mahasiswa Harus Terlibat dalam Pembentukan Kebijakan Publik

Dalam paparannya, alumni HMI tersebut juga menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis dalam proses pembangunan demokrasi. HMI, menurutnya, sejak awal dikenal sebagai organisasi yang aktif menyampaikan kritik, pemikiran, serta rekomendasi terhadap berbagai kebijakan publik.

Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembentukan regulasi dinilai penting karena mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki kebebasan akademik, kemampuan analisis, serta kedekatan dengan berbagai persoalan masyarakat.

“HMI adalah organisasi yang memiliki karakteristik kuat. Organisasi ini akan terus melakukan proses pengembangan, perluasan, dan membangun jaringan sebagai hasil dari proses kaderisasi dan regenerasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa identitas HMI harus tetap berakar pada dunia akademik. Oleh karena itu, kualitas intelektual kader menjadi fondasi utama dalam menjalankan peran organisasi.

“Standar kader HMI harus tetap mahasiswa. Ada tiga karakter yang harus dijaga, yaitu berpikir, bersikap, dan bertindak secara ilmiah dan akademik; memiliki daya kritis terhadap berbagai persoalan; serta mampu terus mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai kebijakan publik akan menjadi lebih berkualitas apabila ruang partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa, terus diperkuat. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi mitra strategis pemerintah maupun DPR melalui kajian ilmiah, diskusi kebijakan, hingga penyampaian aspirasi masyarakat secara konstruktif.

HMI Didorong Menjadi Organisasi Solutif

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa harus selalu disertai dengan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Perubahan sosial tidak cukup diwujudkan melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan alternatif kebijakan yang realistis dan aplikatif.

Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, transformasi industri, ketahanan pangan, transisi energi, hingga perubahan iklim membutuhkan kontribusi nyata dari generasi muda yang memiliki wawasan multidisiplin.

Karena itu, kader HMI harus terus meningkatkan kualitas diri melalui budaya membaca, berdiskusi, melakukan riset, dan membangun jejaring dengan berbagai pihak. Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat perubahan, tetapi juga pelaku utama dalam proses pembangunan bangsa.

Advance Training BADKO HMI Jatim Bentuk Kader Berkarakter

Melalui Advance Training BADKO HMI Jatim, proses kaderisasi diarahkan untuk membentuk pemimpin muda yang adaptif terhadap perkembangan global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas yang menjadi ciri khas HMI.

Kader diharapkan mampu memahami dinamika sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan secara komprehensif sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional maupun daerah.

Pesan utama yang disampaikan narasumber kepada seluruh peserta adalah agar kader HMI terus menjaga identitas organisasi sebagai komunitas intelektual yang berorientasi pada pengabdian.

“Jangan pernah berhenti belajar. Jadilah kader yang memiliki integritas, menjaga tradisi intelektual, berani bersikap kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya pandai mengkritik, melainkan juga mampu merumuskan gagasan dan bekerja sama membangun Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.

Kaderisasi Menjadi Investasi Masa Depan Bangsa

Penyelenggaraan Advance Training BADKO HMI Jatim menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Rangkaian kegiatan diisi dengan forum akademik, diskusi strategis, penguatan kepemimpinan, dan pertukaran gagasan bersama tokoh nasional, akademisi, praktisi, serta pemangku kebijakan. Melalui proses tersebut, BADKO HMI Jawa Timur berharap lahir kader-kader yang mampu menjadi jembatan antara dunia akademik, masyarakat, dan negara dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *