Presiden Prabowo Subianto saat Rakornas TPAKD 2026 membahas perluasan akses keuangan dan target kredit rakyat 2027.
|

Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Presiden Prabowo Subianto saat Rakornas TPAKD 2026 membahas perluasan akses keuangan dan target kredit rakyat 2027.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp400 triliun pada 2027 untuk memperluas pembiayaan bagi masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah/ Foto: Ilustrasi

JAKARTA, 23/10/2026 Folksnews – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp400 triliun pada 2027 untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah memperkirakan program tersebut dapat menjangkau sekitar 28 juta keluarga.

Penerimanya mencakup pelaku UMKM, petani, nelayan, dan wirausaha lainnya. Sementara itu, pemerintah menargetkan kredit rakyat mencapai Rp400 triliun pada 2027.

Target itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Prabowo, pembiayaan tersebut diarahkan kepada masyarakat pedesaan, penduduk di daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan. Pemerintah ingin menggerakkan perekonomian dari daerah agar manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal,” ujar Prabowo, dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara.

Penyaluran Kredit Rakyat Sudah Mencapai Rp53 Triliun

Sebelum menetapkan target 2027, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur selama periode Agustus hingga Oktober 2026. Penyaluran tersebut melibatkan 343 lembaga jasa keuangan dan menyasar pelaku UMKM, petani, nelayan, serta wirausaha lainnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyaluran kredit produktif telah berjalan. Namun, target Rp400 triliun pada 2027 menuntut perluasan pembiayaan dalam skala yang jauh lebih besar.

Pemerintah masih perlu memperjelas pelaksanaan program, termasuk pembagian target penyaluran, kriteria penerima, serta mekanisme agar pembiayaan menjangkau kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sejumlah instrumen untuk mencapai target tersebut. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), disertai kajian penyesuaian formulasi suku bunga agar lebih terjangkau bagi kelompok sasaran.

Selain KUR, pemerintah juga mempertimbangkan saluran pembiayaan lain, termasuk sektor perumahan dan kredit alat serta mesin pertanian (alsintan). Dengan demikian, target tersebut direncanakan tidak hanya bergantung pada satu instrumen pembiayaan.

Akses Modal Menjadi Kunci Ekonomi Daerah

Perluasan kredit diharapkan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif. Bagi petani dan nelayan, pembiayaan dapat mendukung kebutuhan modal usaha. Sementara itu, pelaku UMKM membutuhkan akses pendanaan untuk menjaga kegiatan usaha dan mengembangkan kapasitas produksi.

Meski demikian, besarnya nilai kredit yang disalurkan tidak otomatis menggambarkan keberhasilan program. Jangkauan penerima, ketepatan sasaran, keterjangkauan biaya pinjaman, serta kemampuan debitur membayar kembali kredit juga menjadi aspek penting dalam pelaksanaannya.

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan pendapatan riil dan daya beli keluarga. Karena itu, realisasi target kredit pada 2027 akan menjadi salah satu hal yang perlu dipantau untuk menilai sejauh mana perluasan pembiayaan menjangkau masyarakat.

Baca juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Investasi Rp3.923 Triliun dan Program Prioritas Jadi Sorotan

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *