Demonstran membawa poster solidaritas terhadap pelajar Prancis dalam aksi di Berlin, Jerman, 17 Oktober 2026

Demonstrasi dan Kerusuhan Meluas di Eropa: Krisis Biaya Hidup Picu Aksi Massa

Spread the love

Reporter: Wahyu, Folksnews

Demonstran membawa poster solidaritas terhadap pelajar Prancis dalam aksi di Berlin, Jerman, 17 Oktober 2026
Ratusan Orang Turun Di Kota Berlin berlangsung di Berlin, Jerman, pada Sabtu (17/10/2026)/Foto: Wahyu

PARIS, 19/10/2026 Folksnews –Demonstrasi biaya hidup di Eropa berlangsung di sejumlah negara pada Sabtu (17/10/2026). Aksi di Prancis, Italia, Belgia, dan Portugal mengangkat berbagai persoalan, mulai dari kenaikan biaya hidup hingga krisis perumahan dan pendidikan. Sejumlah demonstrasi diwarnai bentrokan dengan aparat serta kerusakan fasilitas publik.

Laporan Al Jazeera pada 17 Oktober menyebut ratusan ribu orang turun ke jalan dalam aksi yang berlangsung terpisah dan tidak terkoordinasi di beberapa negara. Tuntutan demonstran berbeda-beda, tetapi mencakup kenaikan biaya hidup, upah, layanan publik, pendidikan, dan akses terhadap hunian yang terjangkau.

Demonstrasi di Prancis Berujung Kerusuhan

Prancis menjadi salah satu titik utama kerusuhan. Aksi yang awalnya berkaitan dengan kondisi sekolah dan kekurangan tenaga pengajar berkembang menjadi protes lebih luas terhadap kenaikan harga, ketimpangan, dan kebijakan belanja publik.

Reuters melaporkan pada Minggu (18/10/2026), lebih dari 550.000 orang mengikuti demonstrasi di berbagai kota Prancis menurut Kementerian Dalam Negeri. Aksi tersebut kemudian diwarnai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah lokasi.

Di Paris, seorang demonstran meninggal setelah mengalami henti jantung saat berlangsungnya aksi. Polisi juga menangkap sekitar 1.800 orang di seluruh Prancis, termasuk 855 orang di ibu kota. Lebih dari 500 petugas kepolisian dilaporkan terluka, menurut keterangan Menteri Dalam Negeri yang dikutip Reuters.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan publik dan sejumlah toko. Di Limoges, gedung balai kota mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Pemerintah setempat mulai melakukan pembersihan dan menilai dampak kerusuhan terhadap warga serta pelaku usaha.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar pelaku kekerasan diproses sesuai hukum. Pemerintah juga menyatakan dukungan bagi pelaku usaha yang terdampak kerusakan dan penjarahan.

Demonstrasi biaya hidup di Eropa berlangsung dengan tuntutan yang berbeda di setiap negara. Sebagian peserta menyoroti kenaikan harga dan persoalan perumahan, sedangkan kelompok lain menyuarakan tuntutan terkait pendidikan dan layanan publik.

Bentrokan Juga Terjadi di Italia

Di Italia, demonstrasi menyoroti kenaikan biaya hidup, upah yang stagnan, dan sulitnya memperoleh hunian terjangkau. Deutsche Welle melaporkan pada 18 Oktober bahwa bentrokan di Milan menyebabkan sedikitnya empat polisi dan 20 demonstran terluka.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan dan menyatakan dukungan kepada aparat keamanan. Ia membedakan penyampaian aspirasi secara damai dari tindakan yang merusak fasilitas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sementara itu, di Portugal, puluhan ribu orang dilaporkan berunjuk rasa di Lisbon pada 17 Oktober. Aksi tersebut menyoroti kenaikan biaya hidup dan krisis perumahan.

Di Belgia, demonstrasi juga berlangsung di tengah keberatan terhadap kebijakan dan tekanan ekonomi. Meski memiliki sejumlah persoalan yang serupa, setiap aksi berlangsung dengan tuntutan dan konteks domestik masing-masing.

Aksi Solidaritas Pelajar Digelar di Berlin

Di Berlin, Jerman, demonstrasi solidaritas terhadap pelajar Prancis berlangsung pada Sabtu (17/10/2026). Foto Reuters Connect mendokumentasikan seorang peserta yang membawa poster bertuliskan “Solidarity with French youth”.

Aksi di Berlin tersebut perlu dibedakan dari demonstrasi biaya hidup di negara lain. Bukti yang tersedia menunjukkan hubungan aksi itu dengan solidaritas terhadap pelajar Prancis, bukan konfirmasi bahwa demonstran Berlin secara khusus turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup.

Ketidakpastian Sosial Jadi Perhatian Pasar

Gelombang demonstrasi menambah perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi Eropa. Kenaikan harga, upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup, serta kesulitan memperoleh hunian menjadi persoalan yang disuarakan di sejumlah negara.

Namun, dampak terhadap pasar keuangan tidak dapat dikaitkan hanya dengan demonstrasi. Pergerakan mata uang dan aset keuangan juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kebijakan moneter, serta sentimen investor global.

Baca juga: Protes Sebutan “Londo Ireng”, Wartawan se-Malang Raya Gelar Aksi Jalan Mundur Tuntut Presiden Minta Maaf

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *