Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia, Waktu Terbaik Mengamati Dini Hari 13 Agustus.
Penulis : Ama_Folksnews, Editor situs web TASS 11 Agustus 2026 (05:16)

Langit Gelap Tanpa Cahaya Bulan Jadi Peluang Terbaik Melihat “Bintang Jatuh”
JAKARTA Folksnews – Hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2026. Fenomena astronomi tahunan ini juga berpeluang diamati dari wilayah Indonesia, terutama dari lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.
Hujan meteor Perseid terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu dan material yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle. Partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar sehingga menghasilkan garis cahaya yang tampak seperti “bintang jatuh”.
Tahun ini menjadi kesempatan yang cukup baik untuk mengamati Perseid karena puncaknya bertepatan dengan fase Bulan Baru. Kondisi tersebut membuat cahaya Bulan nyaris tidak mengganggu pengamatan meteor yang redup. International Meteor Organization memperkirakan laju meteor aktual pada 2026 berada di kisaran 30–50 meteor per jam dalam kondisi ideal, meskipun angka teoritis Perseid dapat mencapai sekitar 100 meteor per jam.
Indonesia Tetap Bisa Mengamati, tetapi Posisi Meteor Lebih Rendah
Berbeda dengan Rusia dan wilayah belahan Bumi utara lainnya, posisi rasi Perseus dari Indonesia cenderung lebih rendah di langit bagian utara. Karena itu, pengamat di Indonesia membutuhkan pandangan cakrawala yang terbuka, khususnya ke arah utara hingga timur laut.
Meteor Perseid sebenarnya tidak hanya muncul di sekitar rasi Perseus. Jejak meteor dapat melintas di berbagai bagian langit, sehingga pengamatan akan lebih optimal apabila pengamat memiliki bidang pandang seluas mungkin.
Di Indonesia, waktu yang lebih menguntungkan adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar pada 13 Agustus.Matahari diperkirakan terbit sekitar pukul 06.00 WIB pada 13 Agustus, sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan sebelum langit mulai terang.
Cari Lokasi Jauh dari Lampu Kota
Masyarakat yang ingin menyaksikan Perseid disarankan memilih lokasi dengan cakrawala terbuka dan jauh dari lampu perkotaan. Daerah pegunungan, kawasan pedesaan, pantai yang minim penerangan, atau lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah dapat memberikan peluang pengamatan yang lebih baik.
Pengamatan tidak memerlukan teleskop. Mata telanjang justru lebih sesuai karena meteor dapat muncul di area langit yang luas. Pengamat juga disarankan memberikan waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap serta menghindari melihat layar ponsel terlalu sering.
Puncak Terjadi 12–13 Agustus
Secara global, Perseid mencapai puncak pada malam 12 Agustus hingga pagi 13 Agustus 2026. Hujan meteor ini sendiri aktif sejak sekitar pertengahan Juli hingga 24 Agustus, sehingga meteor masih dapat terlihat beberapa hari sebelum maupun sesudah puncaknya.
Bagi masyarakat Indonesia, dini hari 13 Agustus menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk mencoba menangkap fenomena tersebut. Dengan cuaca cerah, langit gelap, serta cakrawala utara yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan, peluang melihat lintasan meteor akan semakin besar.
Sumber : Mengutip https://tass.ru/nauka/28000509
