Banjir Aceh dan Sumut merendam permukiman warga dan mengganggu akses jalan setelah hujan deras.

Banjir Aceh dan Sumatera Utara, Ribuan Rumah Terendam dan Warga Mengungsi

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Banjir Aceh dan Sumut merendam permukiman warga dan mengganggu akses jalan setelah hujan deras.
Banjir di Aceh dan Sumatera Utara merendam permukiman serta mengganggu akses transportasi. BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan./Foto: Ilustrasi

JAKARTA, 30/10/2026 FolksNews.id – Banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) akibat hujan berintensitas tinggi yang memicu luapan sungai sejak Selasa (27/10/2026). Bencana tersebut berdampak pada ribuan keluarga, merendam rumah warga, serta mengganggu akses transportasi di beberapa daerah.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan pada Jumat (30/10/2026), Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu wilayah dengan dampak terbesar. Sebanyak 7.615 kepala keluarga (KK) atau 29.730 jiwa terdampak, sementara 7.327 rumah terendam. Di wilayah tersebut, 596 jiwa dilaporkan mengungsi.

Banjir juga melanda sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara, termasuk Langkat, Mandailing Natal, Asahan, Kota Medan, Kota Binjai, dan Serdang Bedagai. Sementara di Aceh, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam.

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Sumatera Utara

Dampak banjir di Sumatera Utara terlihat di Kabupaten Deli Serdang, terutama setelah hujan deras di wilayah hulu menyebabkan Sungai Sei Belawan meluap. Genangan meluas ke sejumlah kecamatan dan permukiman penduduk.

Di Kota Medan, banjir berdampak pada 2.405 KK atau sekitar 7.930 jiwa. Sebanyak 2.200 rumah terdampak, termasuk permukiman di kawasan Kampung Aur.

Sementara itu, Kota Binjai mencatat 1.014 KK atau 3.885 jiwa terdampak banjir. Di Kabupaten Asahan, genangan mencapai ketinggian 30–80 sentimeter di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji. Sebanyak 3.610 jiwa terdampak di kedua desa tersebut.

Banjir di Kabupaten Mandailing Natal juga mengganggu aktivitas masyarakat. Luapan Sungai Simalagi setelah hujan deras merendam 32 rumah di Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Satu fasilitas ibadah turut terdampak. Genangan air bahkan sempat membuat akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Banjir di Aceh Picu Pengungsian

Di Provinsi Aceh, banjir melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, sejak Rabu (28/10/2026). Sekitar 400 KK atau 1.824 jiwa terdampak, dengan kurang lebih 400 rumah terdampak.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Aceh Selatan, meliputi Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah serta Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Data sementara mencatat sekitar 60 KK atau 232 jiwa terdampak, termasuk 132 jiwa yang dilaporkan mengungsi.

Di Kota Subulussalam, banjir berdampak pada 1.985 KK dan merendam 177 rumah. Kondisi ini menambah daftar wilayah di Aceh yang menghadapi dampak hujan deras dan luapan air sungai.

BNPB Peringatkan Potensi Hujan Lebat

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, angin kencang, dan tanah longsor seiring memasuki musim hujan. Hingga Jumat (30/10/2026), total kejadian bencana di Indonesia tercatat mencapai 2.247 kejadian.

Ancaman cuaca ini juga menjadi perhatian menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman pada Kamis (29/10/2026). Fenomena tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara, serta gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di bagian utara Selat Malaka.

Baca juga: Hunter’s Moon Hiasi Langit Malam Ini, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *