BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur SPPG MBG, Ini Alasannya

Oleh: Fiky | Jakarta, 10 September 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepala BGN Sudaryono mengumumkan keputusan tersebut menyusul temuan bahwa ribuan dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SLHS Jadi Syarat Mutlak
Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa sertifikasi laik higiene dan sanitasi bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap dapur MBG. Menurutnya, standar tersebut menjadi fondasi utama untuk menjamin keamanan pangan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Ia menambahkan, publik sejatinya sudah memahami bahwa kepatuhan terhadap SLHS tidak bisa ditawar dalam penyelenggaraan dapur MBG di seluruh Indonesia.
Hasil Penyisiran BGN dan Kemenkes
Sudaryono menjelaskan, BGN terus melakukan penyisiran serta verifikasi ketat terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang beroperasi saat ini. Dari total 27.485 dapur pada penetapan awal, jumlah tersebut disesuaikan menjadi 27.022 dapur setelah proses penyisiran berjalan.
Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, BGN menemukan 1.999 dapur yang sama sekali belum mendaftarkan SLHS ke Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. Mas Dar menegaskan, persoalannya bukan pada syarat yang tidak terpenuhi setelah mendaftar, melainkan dapur-dapur tersebut memang tidak pernah mengajukan pendaftaran.
Rincian Dapur yang Ditutup Berdasarkan Wilayah
Penutupan sementara 1.999 dapur SPPG ini tersebar di tiga wilayah kerja BGN, dengan rincian sebagai berikut:
- Wilayah 1: 351 dapur SPPG
- Wilayah 2: 1.417 dapur SPPG
- Wilayah 3: 231 dapur SPPG
Wilayah 2 tercatat menyumbang jumlah dapur bermasalah terbanyak, jauh melampaui Wilayah 1 dan Wilayah 3. Setelah melalui tahap konfirmasi dan evaluasi berjenjang, BGN akhirnya memutuskan menutup seluruh dapur tersebut hari ini untuk ditelusuri lebih lanjut.
Investigasi Lanjutan dan Komitmen Keamanan Gizi
Sudaryono memastikan, dapur-dapur yang ditutup akan menjalani proses investigasi lebih mendalam sebelum diizinkan kembali beroperasi. Langkah ini, kata dia, merupakan bentuk komitmen BGN untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, sekaligus keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di Tanah Air.
Dengan penutupan ini, BGN berharap seluruh pengelola SPPG segera melengkapi kewajiban administratif, termasuk pendaftaran SLHS, agar penyelenggaraan MBG tetap berjalan sesuai standar kesehatan yang berlaku secara nasional.
Sumber: Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional
