Analisis citra Himawari-9 menunjukkan sebaran debu vulkanik dari empat gunung api pada 18 Oktober 2026.

Citra Himawari-9 Deteksi Sebaran Debu Vulkanik di 4 Gunung Api

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Analisis citra Himawari-9 menunjukkan sebaran debu vulkanik dari empat gunung api pada 18 Oktober 2026.
Analisis citra Himawari-9 menunjukkan sebaran debu vulkanik dari empat gunung api pada 18 Oktober 2026.

JAKARTA, 18/10/2026 Folksnews – Sebaran debu vulkanik dari empat gunung api di Indonesia teridentifikasi melalui analisis citra satelit Himawari-9 pada Minggu (18/10/2026) pukul 19.00 WIB. Sebaran tersebut terpantau dari Gunung Ibu dan Gunung Dukono di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Berdasarkan informasi BMKG, debu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi bergerak ke arah timur laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara.

Sementara itu, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono juga terpantau ke arah timur laut. Area yang tercakup meliputi sebagian Kabupaten Halmahera Utara, Pulau Morotai, serta perairan barat daya dan timur laut Morotai.

Sebaran Debu Vulkanik Gunung Semeru dan Anak Krakatau

Di Jawa Timur, sebaran debu vulkanik Gunung Semeru teridentifikasi ke arah barat daya dan mencakup sebagian Kabupaten Malang.

Adapun debu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke arah barat daya. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Samudra Hindia di selatan Lampung.

Analisis citra satelit tersebut memberikan gambaran mengenai arah dan cakupan sebaran debu vulkanik pada waktu pengamatan. Namun, informasi ini tidak dengan sendirinya memastikan konsentrasi abu di permukaan, dampak terhadap kesehatan, atau gangguan penerbangan.

Cuaca di Sekitar Gunung Api Bervariasi

Prakiraan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau menunjukkan kondisi yang bervariasi. Cuaca diperkirakan berkisar dari cerah, cerah berawan, berawan, berawan tebal, kabut, hingga udara kabur.

Informasi arah sebaran debu vulkanik perlu dibaca sesuai waktu pengamatan karena kondisi atmosfer dan angin dapat berubah. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengikuti pembaruan dari instansi berwenang.

Data sebaran debu vulkanik ini tidak menggantikan informasi mengenai status aktivitas gunung api. Untuk mengetahui tingkat aktivitas dan rekomendasi keselamatan di sekitar kawah, masyarakat perlu merujuk pada pengumuman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Tengah Kemarau, Waspadai Cuaca Ekstrem

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *