Menkeu Tegaskan Kredibilitas APBN dan Komitmen Defisit 3 Persen di Hadapan World Bank
Reporter: Vidyaningrum, AN

JAKARTA, 14/10/2026 Folksnews — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk mempertahankan batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden World Bank Group, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).
Suahasil menyebut kredibilitas menjadi modal penting Indonesia untuk menjaga kepercayaan dunia. Pemerintah juga menempatkan APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
“Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujar Suahasil, dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Ajay Banga. Pada hari yang sama, Suahasil juga mengikuti pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dengan Presiden World Bank Group.
Menkeu Sebut ASEAN sebagai Kawasan yang Kuat
Dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dengan Ajay Banga, Suahasil menilai kondisi kawasan Asia Tenggara cukup baik di tengah dinamika ekonomi global. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel.
“Saya meyakini bahwa ASEAN saat ini adalah bright spot dunia. Sebagai kawasan, kami tahu bahwa kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel. Dalam kasus Indonesia, kami selalu menempatkan anggaran sebagai anggaran yang menumbuhkan perekonomian, melindungi masyarakat, dan terus kredibel,” ujar Suahasil.
Pernyataan itu menekankan peran APBN dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menjaga perlindungan bagi masyarakat.
Baca juga: Strategi Global: Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas Kota Cerdas ASEAN dan Pacific Alliance
Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan World Bank
Dalam pertemuan bilateral tersebut, pemerintah juga membahas sejumlah prioritas pembangunan nasional. Agenda yang dibahas mencakup ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, serta penguatan usaha kecil dan menengah.
Selain itu, pembahasan mencakup hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan sektor keuangan Indonesia. World Bank Group menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pasar modal domestik, termasuk melalui dukungan teknis untuk pendalaman pasar.
Pemerintah juga mendorong penguatan nilai tambah sumber daya alam melalui hilirisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.
Baca juga: APBN 2027 Disahkan, Rp1.559 Triliun Digelontorkan untuk Pendidikan, Bansos, dan Pangan
