|

Kericuhan DPRD Kabupaten Malang, Dur Bantah Lakukan Pemukulan

Spread the love
Kericuhan DPRD Kabupaten Malang terkait akses Bendungan Lahor/Doc:FolksNews.id
Kericuhan DPRD Kabupaten Malang terkait akses Bendungan Lahor/Doc:FolksNews.id

MALANG — Kericuhan DPRD Kabupaten Malang terkait persoalan akses jalan Bendungan Lahor mendapat tanggapan dari Hadi Wiyono alias Dur. Ia membantah tudingan telah melakukan pemukulan terhadap anggota dewan.

Dur justru mengaku menjadi korban pengeroyokan saat berada di lingkungan Gedung DPRD Kabupaten Malang. Ia menyebut mengalami luka dan lebam pada bagian wajah serta kepala.

Sebelumnya, insiden kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang menjadi perhatian setelah salah satu anggota dewan dilaporkan mengalami penyerudukan.

Dur Bantah Melakukan Pemukulan

Hadi Wiyono alias Dur menegaskan dirinya tidak melakukan pemukulan terhadap anggota DPRD Kabupaten Malang. Ia menyampaikan bantahan tersebut setelah kericuhan terjadi saat penyampaian aspirasi.

Menurut Dur, dirinya mengalami luka pada bagian wajah dan kepala. Ia juga mengaku telah menjalani visum setelah insiden tersebut.

Visum tersebut, kata Dur, menjadi bagian dari upaya untuk mendokumentasikan kondisi medis yang dialaminya. Ia kemudian memilih menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, keterangan tersebut masih merupakan versi Dur. Kronologi lengkap kejadian perlu dibuktikan melalui pemeriksaan para pihak dan bukti yang tersedia.

Persoalan Akses Jalan Bendungan Lahor

Dur menjelaskan bahwa kedatangannya ke Gedung DPRD Kabupaten Malang berkaitan dengan persoalan akses jalan Bendungan Lahor.

Ia datang bersama seorang rekannya untuk menanyakan kelanjutan hasil rapat mengenai pembatasan jam operasional akses jalan tersebut.

Menurut Dur, komunikasi dengan pihak dewan kemudian berlangsung tegang. Ia menyebut terdapat perkataan yang dianggap provokatif sehingga suasana menjadi semakin emosional.

Ketegangan tersebut akhirnya berujung pada gesekan fisik. Karena itu, Dur meminta kronologi kejadian diperiksa secara menyeluruh.

Dur Minta Rekaman CCTV Dibuka

Untuk memperjelas kejadian, Dur meminta pihak kepolisian dan Sekretariat DPRD Kabupaten Malang membuka rekaman CCTV di lokasi.

Menurutnya, rekaman kamera pengawas dapat menunjukkan rangkaian peristiwa secara lebih jelas. CCTV juga diharapkan dapat membantu mengetahui bagaimana kericuhan tersebut bermula.

Dur menilai bukti rekaman penting untuk menghindari kesimpulan berdasarkan keterangan sepihak. Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan informasi sesuai fakta yang terjadi.

Tempuh Jalur Hukum

Setelah kericuhan DPRD Kabupaten Malang terjadi, Dur mengaku mendatangi Mapolres Malang. Ia menyebut kedatangannya bertujuan membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.

Langkah hukum itu ditempuh karena Dur mengaku mengalami luka setelah kejadian. Selanjutnya, ia menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

Dur berharap pemeriksaan dilakukan secara adil dan transparan. Ia juga meminta aparat mempertimbangkan keterangan para pihak serta bukti yang tersedia.

Polemik akses jalan Bendungan Lahor kini berlanjut melalui proses hukum. Pembuktian mengenai kronologi dan pihak yang terlibat menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *