Kericuhan Pecah di DPRD Kabupaten Malang, Anggota Dewan Dilaporkan Alami Penyerudukan

MALANG — Kericuhan terjadi di kompleks Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026) petang. Situasi memanas ketika massa yang dipimpin Hadi Wiyono alias Dur terlibat ketegangan dengan sejumlah anggota dewan saat agenda Rapat Banggar berlangsung.
Peristiwa tersebut bermula ketika Dur bersama sejumlah orang yang mengenakan atribut bertuliskan “No Viral No Justice” datang ke gedung DPRD Kabupaten Malang. Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi sekaligus menyerahkan surat kepada pihak legislatif.
Situasi kemudian berubah tegang hingga terjadi kontak fisik di area lobi gedung DPRD. Peristiwa itu membuat aktivitas di kompleks dewan sempat terganggu.
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dibawa ke Rumah Sakit
Dalam kericuhan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Ahmad Mubarrokh dilaporkan mengalami tindakan penyerudukan.
Akibat kejadian itu, Zulham harus menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Hingga Jumat malam, ia masih mendapatkan penanganan dari tim medis.
Pemberitaan mengenai kejadian tersebut juga menyebut Zulham telah melaporkan insiden yang dialaminya kepada Polres Malang.
Laporan tersebut menjadi langkah hukum setelah terjadi kericuhan di lingkungan gedung DPRD. Sementara itu, situasi di kompleks legislatif Kabupaten Malang masih menjadi perhatian setelah kejadian tersebut.
Massa dan Anggota Dewan Sempat Terlibat Ketegangan
Ketegangan terjadi di tengah agenda Rapat Banggar DPRD Kabupaten Malang. Kedatangan Dur dan kelompoknya membuat suasana di dalam kompleks gedung dewan berubah gaduh.
Berdasarkan laporan TIMES Indonesia, massa datang untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang sebelumnya telah mereka sampaikan kepada DPRD Kabupaten Malang. Hadi Wiyono alias Dur sebelumnya juga tercatat pernah mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi bersama kelompok yang membawa nama “No Viral No Justice”.
Kontak fisik kemudian terjadi di area lobi. Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak yang berada di dalam kompleks DPRD memilih bertahan di dalam gedung.
Sejumlah Pegawai Sempat Tertahan di Kompleks DPRD
Kericuhan tidak hanya berdampak pada pihak yang terlibat langsung. Sejumlah anggota DPRD, staf Sekretariat DPRD (Setwan), serta pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang berada di kompleks tersebut sempat tertahan di dalam gedung.
Situasi itu terjadi ketika kondisi di sekitar kompleks DPRD masih belum sepenuhnya kondusif. Aktivitas di lingkungan gedung legislatif pun ikut terdampak.
Hingga laporan ini disusun, Zulham masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan. Sementara laporan terkait dugaan tindakan kekerasan tersebut telah disampaikan kepada Polres Malang.
Peristiwa kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang ini menambah rangkaian ketegangan dalam penyampaian aspirasi yang melibatkan kelompok Dur dan pihak legislatif. Sebelumnya, kelompok tersebut juga telah beberapa kali menyampaikan aspirasi terkait persoalan masyarakat kepada DPRD Kabupaten Malang.
