Kolaborasi BEM Rema UPI dan Komunitas Pecinta Alam Galang Dana NTT dan Kalimantan

Reporter: Vidyaningrum,FolksNews
PURWAKARTA — Galang dana NTT dan Kalimantan digelar melalui kolaborasi BEM Rema Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta bersama organisasi mahasiswa serta komunitas pecinta alam. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di Jalan Sadang, Purwakarta, pada Jumat petang (11/9/2026).
Kegiatan galang dana NTT tersebut melibatkan P2M BEM Rema dan DPM Rema Kampus UPI di Purwakarta, Bushcraft & Rescue, mahasiswa pecinta alam, serta siswa pecinta alam se-Purwakarta-Sadang. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Anggota BEM Rema UPI Purwakarta dari P2MI DPM Rema UPI Purwakarta, Anisa Ramadhani, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Menurut Anisa, kondisi masyarakat di NTT dan Kalimantan menjadi alasan berbagai pihak untuk ikut bergerak. Penggalangan dana menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat dilakukan secara langsung.
“Sebagai mahasiswa juga ada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya adalah pengabdian. Ini juga menjadi bentuk pengabdian kita untuk negeri tercinta, karena NTT dan Kalimantan sedang terkena bencana,” kata Anisa saat wawancara eksklusif dalam kegiatan galang dana di Jalan Sadang, Purwakarta.
Galang Dana NTT Jadi Bentuk Pengabdian

Menurut Anisa, bantuan yang diberikan tidak harus dalam jumlah besar. Bantuan berupa uang maupun kebutuhan sehari-hari tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sedikit dana yang kita berikan semoga bisa membantu saudara kita di sana, baik itu berupa uang, makanan, baju-baju yang bisa terpakai. Sangat bisa membantu kehidupan mereka sehari-hari karena mungkin ada beberapa yang memang kesulitan dalam makan sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengatakan kolaborasi tersebut memiliki kaitan erat dengan pendidikan mahasiswa. Selain memperoleh pengetahuan di bangku kuliah, mahasiswa juga dituntut untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Betul banget (pengamalkan Tri-Dharma Perguruan Tinggi), ini sangat berpengaruh dengan apa yang kita dididik sebagai mahasiswa, yaitu tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian,” kata Anisa.
Mahasiswa dan Siswa Pecinta Alam Turut Terlibat

Kolaborasi aksi kemanusiaan tersebut turut melibatkan sejumlah mahasiswa dan siswa pecinta alam di Purwakarta. Keterlibatan berbagai komunitas menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan solidaritas untuk masyarakat terdampak bencana.
Dari kalangan mahasiswa pecinta alam, pihak yang terlibat antara lain P.A.S MahaGuru, Mapala Satya, Mapala Saktie, Mapala MJHP, Gema, dan Mapala Waska.
Sementara itu, dari kalangan siswa pecinta alam terdapat Stepa, Panel, Arsapala, Pakar, Kompas, Nirbayq, Anak Rimba, dan Pendaki Muda Purwakarta.
Komunitas pecinta alam di Purwakarta juga sebelumnya melakukan aksi solidaritas untuk membantu korban bencana. Informasi mengenai gerakan tersebut dapat dibaca melalui artikel Gerakan Solidaritas Pecinta Alam Purwakarta Bantu Korban Karhutla dan Gempa.
Keterlibatan organisasi mahasiswa dan komunitas pecinta alam menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai kelompok masyarakat.
Kepedulian terhadap Korban Bencana
Anisa mengatakan kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Menurutnya, setiap orang dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kita di sini sebagai makhluk ciptaan Allah, makhluk ciptaan Tuhan yang memang harus saling membantu dan saling aware satu sama lain. Ibaratnya, kalau memang ada yang butuh bantuan, seminimalnya kita memberikan bantuan yang kita bisa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, penggalangan dana menjadi cara yang dipilih bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Inilah bentuk yang kita bisa, cara membantunya yaitu dengan galang dana,” lanjutnya.
Bagi mahasiswa dan komunitas yang terlibat, aksi tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Bantuan yang terkumpul nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima.
Kolaborasi Perkuat Solidaritas Masyarakat
Selain menjalankan pengabdian kepada masyarakat, aksi galang dana NTT dan Kalimantan menjadi pengingat pentingnya solidaritas antarsesama. Kolaborasi berbagai pihak menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Harapannya ke depannya kita bisa saling menjaga satu sama lain,” imbuh Anisa.
Ia juga menyampaikan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT dan Kalimantan. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Harapan dari kita khususnya untuk warga NTT dan Kalimantan, semoga segera lekas membaik. Semoga dari sedikit yang kita beri bisa sangat membantu kehidupan mereka sehari-hari,” pungkasnya.
Aksi galang dana NTT dan Kalimantan menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dan komunitas pecinta alam dalam kegiatan sosial. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai pihak menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas, dan aksi kemanusiaan.
Untuk informasi kebencanaan dan penanggulangan bencana di Indonesia, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Betul banget, ini sangat berpengaruh dengan apa yang kita dididik sebagai mahasiswa, yaitu tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian,” kata Anisa.
Selain menjalankan pengabdian kepada masyarakat, aksi galang dana NTT dan Kalimantan menjadi pengingat pentingnya solidaritas antarsesama. Kolaborasi berbagai pihak menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat dilakukan secara bersama-sama.
