Hujan Deras Picu Lahar Semeru, Getaran Terekam Hampir Empat Jam
Viky – folksnews

LUMAJANG – Peningkatan intensitas curah hujan di kawasan lereng Gunung Semeru kembali memicu terjadinya banjir lahar hujan yang signifikan. Sebagai akibatnya, getaran banjir lahar ini dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni mencapai hampir empat jam, dan terekam sangat jelas oleh jaringan seismograf pos pengamatan setempat.
Hujan Deras Picu Lahar Semeru, Getaran Terekam Empat Jam
Hujan lebat kembali mengguyur kawasan lereng Gunung Semeru. Akibatnya, debit air sungai mengalami peningkatan yang sangat drastis. Kondisi ini memicu banjir lahar hujan yang cukup besar. Bahkan, getaran banjir lahar ini berlangsung selama hampir empat jam. Jaringan seismograf pos pengamatan merekam kejadian ini dengan jelas.
Data PVMBG: Getaran Lahar Tembus Tiga Jam
PVMBG merilis laporan resmi melalui portal MAGMA Indonesia. Berdasarkan laporan tersebut, Pos Pengamatan Semeru merekam getaran lahar. Pos pengamatan ini berada di kawasan Desa Sumberwuluh. Selanjutnya, data PVMBG mencatat durasi getaran mencapai 13.524 detik. Angka waktu ini setara dengan 3 jam 45 menit. Selain itu, alat pantau juga merekam puluhan gempa letusan. Hal ini menandakan aktivitas vulkanik Semeru masih sangat tinggi.
Proyek Sabo Dam Sempat Terganggu
BPBD Kabupaten Lumajang turut mengonfirmasi dampak dari kejadian ini. Sementara itu, aliran di sungai hulu Semeru dipastikan meningkat. Aktivitas warga dan penambang pasir memang dilaporkan tetap aman. Namun, derasnya lahar sempat mengganggu sebuah proyek infrastruktur penting. Proyek pembangunan Sabo Dam di Curah Kobokan harus terhenti. Oleh karena itu, tim Pusdalops BPBD mengeluarkan imbauan resmi. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan ekstra setiap saat. Terlebih lagi, hujan lebat sering turun pada sore dan malam hari. Potensi terjadinya banjir lahar susulan tentu masih sangat besar.
Status Siaga dan Imbauan Zona Merah
Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III. Level peringatan ini juga dikenal dengan sebutan status Siaga. Dengan demikian, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi seluruh masyarakat. Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara aliran Besuk Kobokan. Jarak aman dari larangan ini adalah 13 kilometer dari pusat erupsi. Di samping itu, warga juga dilarang mendekati area sempadan sungai. Batas aman dari sempadan sungai adalah sekitar 500 meter. Aturan ini dibuat untuk menghindari potensi bahaya material lahar.
