Langit Agustus Fenomena Astronomi, Bulan bertemu enam planet di pagi hari

Spread the love

Penulis : Ama_Folksnews, Editor situs web TASS , 1 Agustus 2026, 08:05

Foto Ilustrasi : Stasiun Luar Angkasa Internasional

Yekaterinburg, Folksnews – Bulan Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi para pengamat langit. Sepanjang bulan ini, sejumlah fenomena astronomi diperkirakan menghiasi langit malam dan menjelang fajar, mulai dari pertemuan Bulan dengan enam planet di Tata Surya, puncak hujan meteor Perseid, hingga kemunculan Stasiun Luar Angkasa Internasional yang dapat diamati dari Bumi.

Kutipan TASS, Kepala Insinyur Observatorium Vega Universitas Negeri Novosibirsk, Mikhail Maslov, menjelaskan bahwa fenomena bintang yang tampak berkelap-kelip terjadi akibat turbulensi serta lapisan atmosfer Bumi yang tidak seragam. Berbeda dengan planet yang terlihat sebagai cakram kecil, bintang tampak seperti titik cahaya sehingga perubahan yang disebabkan atmosfer lebih mudah ditangkap oleh mata manusia.

Rangakaian Fenomena

Fenomena diawali pada 3 Agustus, ketika Bulan berada di dekat Neptunus. Planet terjauh di Tata Surya itu hanya dapat diamati menggunakan teleskop dengan pembesaran tinggi. Sehari berikutnya, 4 Agustus, Bulan akan melintas di dekat Saturnus yang masih dapat dikenali dengan mata telanjang sebagai salah satu planet paling terang di langit malam.

Rangkaian fenomena berlanjut pada 7 Agustus saat Bulan mendekati Uranus. Planet ini dapat ditemukan menggunakan teropong, sementara teleskop dengan pembesaran sekitar 100 kali akan menampilkan cakram Uranus dengan lebih jelas.

Menjelang pertengahan bulan, 9 Agustus, Bulan akan tampak berada di dekat Mars sebelum matahari terbit. Dua hari kemudian, 11 Agustus, Bulan akan berpapasan dengan Merkurius dan Jupiter di langit timur laut. Pengamatan kedua planet tersebut membutuhkan cakrawala yang terbuka karena posisinya sangat rendah di atas horizon.

Fenomena Langit

Fenomena yang paling dinantikan adalah puncak hujan meteor Perseid pada malam 12–13 Agustus. Hujan meteor ini dapat dinikmati tanpa bantuan alat optik, selama cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya.

Menurut Sanakoyev, Perseid terjadi ketika partikel debu yang berasal dari Komet Swift-Tuttle memasuki atmosfer Bumi dan terbakar pada ketinggian sekitar 100 hingga 160 kilometer. Proses tersebut menghasilkan garis-garis cahaya yang melintas cepat di langit dan tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi.

Bulan Agustus

Selain itu, mulai 25 Agustus menjelang dini hari, masyarakat juga berkesempatan menyaksikan lintasan Stasiun Luar Angkasa Internasional . Dengan tingkat kecerahan yang sangat tinggi, menjadi salah satu objek paling terang di langit malam setelah Bulan sehingga relatif mudah dikenali.

Sanakoyev menambahkan bahwa Agustus merupakan satu-satunya bulan pada musim panas di wilayah tersebut ketika malam astronomis kembali terjadi. Kondisi langit yang lebih gelap memberikan peluang lebih baik bagi masyarakat maupun astronom untuk menikmati berbagai fenomena langit yang berlangsung sepanjang bulan.

Sumber : https://tass.ru/kosmos/27973309

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *