Program PASTI Cegah Stunting Digelar di Malang, Wabup Lathifah Shohib Turut Hadir

Spread the love
Layar paparan Program PASTI dalam kegiatan diseminasi di Malang, Kamis (13/8/2026). (Foto: FolksNews.id)
Layar paparan Program PASTI dalam kegiatan diseminasi di Malang, Kamis (13/8/2026). (Foto: FolksNews.id)

Malang, FolksNews.id — Kamis, 13 Agustus 2026

Kabupaten Malang menjadi tuan rumah kegiatan diseminasi hasil dan pembelajaran Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) yang digelar di The Aliante Hotel Malang, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib bersama sejumlah perwakilan lembaga mitra program, unsur pemerintah daerah, serta pendamping desa yang selama ini terlibat langsung dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Malang Raya.

Program PASTI merupakan skema kemitraan lintas sektor antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Program ini diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia sebagai implementor utama bersama Yayasan Cipta sebagai sub-implementor, dengan target mempercepat pencegahan dan penurunan stunting serta memperbaiki status gizi masyarakat hingga tahun 2027. Selain Kabupaten Malang, program ini juga berjalan di sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Enam Praktik Baik di Tingkat Desa

Dalam paparannya, tim program memaparkan sejumlah praktik baik yang lahir dari kolaborasi program PASTI dengan pemerintah desa. Setidaknya ada enam capaian yang disorot sebagai pendorong perubahan nyata di tingkat akar rumput, yakni penguatan kapasitas melalui pendampingan berkelanjutan, pendekatan partisipatif yang berpusat pada masyarakat, serta integrasi program ke dalam sistem pemerintah.

Tiga capaian lainnya adalah penguatan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa, kolaborasi multipihak untuk mempercepat penurunan stunting, dan penguatan keberlanjutan program melalui kepemilikan penuh oleh pemerintah daerah. Keenam poin tersebut disebut menjadi fondasi agar intervensi penurunan stunting dapat terus berjalan meski masa pendampingan program berakhir.

Sinergi Pemerintah dan Mitra Pembangunan

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan agar capaian penurunan stunting di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, dapat terus ditingkatkan.

Perwakilan dari lembaga mitra program turut memberikan pandangan mengenai keberlanjutan intervensi gizi anak, di antaranya Michael Susanto selaku Head of Early Childhood Education and Development (ECED), Hotmianida Panjaitan selaku National Program Manager PASTI dari Wahana Visi Indonesia, serta Direktur Eksekutif Yayasan Cipta yang turut hadir mewakili unsur sub-implementor program. Ketiganya sepakat bahwa keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara sektor swasta, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah di semua tingkatan, mulai dari provinsi hingga desa.

Desa Didorong Alokasikan Anggaran untuk Gizi

Sejumlah perwakilan desa dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa turut membagikan pengalaman mereka dalam sesi diskusi. Beberapa desa dilaporkan telah mengalokasikan anggaran desa untuk kegiatan pemberian gizi bagi kelompok berisiko stunting, sementara program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) direncanakan diperluas cakupannya di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Malang, pada tahun 2026. Penguatan kapasitas TPPS Desa dalam melakukan pemetaan masalah penyebab stunting di tingkat desa juga menjadi salah satu perhatian utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Kehadiran Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk terus mendukung program percepatan penurunan stunting, sejalan dengan posisi Kabupaten Malang yang sejak 2023 menjadi salah satu lokasi percontohan pelaksanaan Program PASTI di Jawa Timur. Pemerintah daerah diharapkan dapat melanjutkan dan mereplikasi praktik-praktik baik yang telah dihasilkan program ini secara mandiri pada tahun-tahun mendatang.

 

Penulis: Wahyu

Editor: Redaksi FolksNews.id

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *