Topeng Malangan Kembali Dilirik, Apresiasi Pemerintah Dorong Pelestarian Budaya Jawa Timur
Reporter: Vidyaningrum AN | FolksNews.id

MALANG, FolksNews.id – Topeng Malangan kembali mendapat perhatian dalam upaya pelestarian kesenian tradisional Jawa Timur. Hal tersebut terlihat dalam penyerahan apresiasi kepada pelaku seni dan pelestari kesenian daerah yang digelar di Taman Krida Budaya Malang, Kamis (20/8/2026).
Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk dukungan sarana kesenian, termasuk gamelan, kepada sejumlah pelaku dan kelompok seni. Dukungan ini ditujukan untuk membantu keberlanjutan kegiatan kesenian tradisional di Malang Raya.

“Melalui apresiasi ini kami berharap teman-teman pelaku seni dan budayawan semakin termotivasi mengembangkan dan menjaga kekayaan budaya di Malang Raya,” ujar Dra. Hj. Lathifah Shohib di Taman Krida Budaya Malang, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pelestarian budaya juga perlu melibatkan generasi muda. Pengenalan terhadap kesenian daerah dinilai penting agar anak muda tetap memahami budaya dan tradisi di daerahnya.
“Iya betul (anak muda melek budaya), jadi anak muda supaya paham dengan budaya, tidak meninggalkan akar-akar budaya kita,” katanya.
Pemerintah Aktivasi Kembali Topeng Malangan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., mengatakan pemerintah mulai mengaktivasi kembali kesenian tradisional sejak 2024. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kembali perhatian masyarakat terhadap kesenian daerah.
“Sejak 2024 pemerintah mencoba mengaktivasi kembali, alhamdulillah mengalami peningkatan signifikan,” ujar Evy.
Evy mengatakan peningkatan perhatian tersebut salah satunya terlihat dari pertunjukan Topeng Malangan yang mulai kembali mendapat perhatian masyarakat. Pertunjukan di Taman Krida Budaya Malang juga dinilai menjadi salah satu ruang bagi kesenian tersebut untuk dikenal lebih luas.
“Topeng Malang menjadi tontonan yang sangat ditunggu oleh warga Malang khususnya. Kita bisa lihat di media sosial, pertunjukan Topeng Malangan di Taman Krida menjadi perhatian khusus,” imbuhnya.
Menurut Evy, perhatian masyarakat di media sosial juga menunjukkan mulai adanya keterlibatan generasi muda terhadap kesenian tradisional.
“Artinya anak muda sudah melek dan peduli terhadap budaya Jawa Timur,” ujar Evy.
Harapan Pelaku Seni terhadap Kelestarian Budaya
Selain memberikan apresiasi, pemerintah juga menyalurkan dukungan berupa sarana dan prasarana kesenian kepada sejumlah sanggar. Salah satunya berupa bantuan gamelan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan kelompok seni.
Dukungan tersebut juga diterima oleh pelaku seni Topeng Malangan. Salah satunya Cak Budi Utomo, seniman asal Glagah Dowo, Tumpang, Kabupaten Malang, yang menerima apresiasi secara simbolis dalam kegiatan tersebut.
Cak Budi mengatakan bantuan fasilitas gamelan diharapkan dapat meningkatkan semangat generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya.
“Harapannya dengan adanya gamelan ini anak-anak muda lebih semangat ikut melestarikan budaya. Sejak dahulu gamelan dibuat sendiri. Dengan dukungan fasilitas ini diharapkan kesenian wayang topeng di kalangan anak muda menjadi kesenian yang membanggakan,” ujar Cak Budi Utomo.
Penyerahan apresiasi tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaku kesenian tradisional. Di Malang, Topeng Malangan terus diperkenalkan melalui pertunjukan dan aktivitas para pelaku seni, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda
