Ribuan Padati Majelis Sabilu Taubah, Khofifah Sebut Spiritualitas Jadi Fondasi Pembangunan Jawa Timur.

Spread the love

Penulis. Ama (AF)-Folksnews.id, Melansir Agus Hasan13 Juli 2026 | 11:11– Warta Bangsa

(Dok.Sumber Foto Dari internet)
Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam II Gus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam di depan Kediaman Jemursari Surabaya, Minggu (12/7) malam., sholawat dan tausiyah

Malang, 13/07/– Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Majelis Sabilu Taubah bersama Gus Iqdam dalam sebuah malam penuh sholawat, dzikir, dan doa bersama. Di tengah semarak kebersamaan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat.

Menurut Khofifah, pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar apabila diiringi dengan ikhtiar batin melalui doa, dzikir, dan sholawat. Ia menilai kekuatan spiritual menjadi modal penting untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, sekaligus menghadirkan ketenangan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Majelis sholawat seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan daerah yang kita cintai,” ujar Khofifah di hadapan ribuan jamaah.

Khofifah mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi bersholawat sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian sosial.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah yang dinilainya berhasil menghadirkan dakwah dengan pendekatan yang sejuk, inklusif, dan mampu diterima oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengingatkan pentingnya menjaga istiqomah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai jalan meraih keberkahan hidup. Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat ketakwaan, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta menghormati para ulama sebagai bagian dari menjaga persatuan umat.

Di hadapan para jamaah, Gus Iqdam turut menyinggung sosok Khofifah yang dinilainya telah lama menjaga tradisi bersholawat sejak usia muda. Menurutnya, konsistensi tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai pejabat tidak menghalangi seseorang untuk tetap memegang nilai-nilai keislaman dan jati diri sebagai santri.

Majelis sholawat ini pun menjadi gambaran bahwa ruang-ruang keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi media memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan optimisme masyarakat, serta mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Jawa Timur yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Sumber : https://wartabangsa.co.id/gubernur-khofifah-sholawat-menjadi-penguat-optimisme-ketenangan-hati-dan-semangat-gotong-royong-dalam-membangun-jawa-timur/

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *