| |

Melestarikan Wastra Lewat Secangkir Kopi: Sinergi Kreatif Soendari Batik & Art dan Kedaily Coffee Malang

Spread the love

Reporter : Wahyu – Eksklusif folksnews.id

Foto : Eksklusif folksnews.id

Malang,FolksNews.idIndustri pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan geliat inovasi yang adaptif. Salah satu terobosan paling menonjol hadir melalui kolaborasi lintas sektor antara Soendari Batik & Art dengan Kedaily Coffee Malang. Sinergi ini berhasil mengintegrasikan pelestarian wastra tradisional Nusantara ke dalam budaya populer nongkrong modern, menciptakan sebuah konsep destinasi wisata kreatif Malang yang ramah lintas generasi.

Foto : Eksklusif folksnews.id

Langkah ini dinilai sebagai strategi segar untuk mendekatkan seni membatik kepada kelompok usia muda (milenial dan gen Z) yang selama ini kerap mempersepsikan batik sebagai warisan masa lalu yang kaku.

Menepis Stigma Kuno Lewat Pendekatan Populer

Foto : Eksklusif folksnews.id

Didirikan oleh Yunita, Soendari Batik & Art selama ini dikenal sebagai salah satu pilar utama pelestarian karakteristik Batik Malangan yang ekspresif, dengan motif ikonik seperti Topeng Malangan, Tugu Malang, dan bunga teratai. Namun, tantangan regenerasi pengrajin dan peminat seni batik mendorong galeri ini untuk membuka diri terhadap kolaborasi modern.

Pada tahun 2019, pihak galeri menggandeng Kedaily Coffee, sebuah kedai kopi unik di Malang yang diinisiasi oleh Syahrer Dwi Utomo dan Avia Eka Havsari. Kerja sama ini melahirkan aktivitas hibrida: ruang komunal di mana pengunjung dapat menikmati racikan kopi berkualitas tinggi sekaligus memegang canting di atas kain mori.

ā€œKami ingin mematahkan anggapan bahwa membatik itu membosankan. Dengan memadukan suasana kedai kopi yang rileks, proses belajar budaya ini terasa lebih menyenangkan dan organik bagi anak muda,ā€ ujar pihak pengelola dalam keterangan resminya.

Pengalaman Interaktif “Ngopi Sambil Membatik”

Foto : Eksklusif folksnews.id

Melalui program wisata edukasi batik Malang ini, pengunjung tidak hanya bertindak sebagai konsumen pasif. Didampingi oleh mentor profesional dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Soendari Batik, para wisatawan diajak melewati serangkaian prosesi kreatif, yang meliputi:

  • Teori Dasar Pengenalan Wastra: Edukasi singkat mengenai filosofi corak tradisional dan modern.
  • Proses Mencanting dan Pewarnaan: Pengunjung belajar mengalirkan malam (lilin panas) secara presisi menggunakan canting, dilanjutkan dengan teknik pewarnaan kain (termasuk opsi teknik tie-dye kontemporer).
  • Manajemen Pascaproduksi: Mengingat proses pelorodan (penghilangan lilin) membutuhkan waktu khusus, hasil karya kain dapat diambil 2-3 hari pasca-kegiatan atau dikirimkan ke alamat pengunjung melalui jasa ekspedisi domestik.

Analisis Ekonomi Kreatif: Model Kolaborasi Lintas Subsektor

Jika ditinjau dari kacamata analisis ekonomi kreatif Malang, kolaborasi antara Soendari Batik & Art dan Kedaily Coffee merupakan contoh nyata dari implementasi cross-subsector synergy (sinergi lintas subsektor). Di dalam pemetaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), aktivitas ini berhasil mengawinkan tiga subsektor sekaligus: Kriya (Batik), Kuliner (Kopi), dan Fesyen.

Secara ekonomi, model bisnis hibrida ini memberikan beberapa dampak turunan (multiplier effect) yang signifikan:

  1. Perluasan Segmentasi Pasar (Market Extension): Industri batik yang awalnya didominasi oleh konsumen usia matang kini mendapatkan akses langsung ke pasar usia muda (Gen Z dan Milenial) yang menjadi basis pelanggan utama kedai kopi.
  2. Peningkatan Nilai Tambah Produk (Value Creation): Secangkir kopi atau selembar kain putih biasa mengalami eskalasi nilai jual karena dikemas dalam bentuk experiential tourism (wisata berbasis pengalaman). Pengunjung tidak sekadar membeli komoditas, melainkan membeli “pengalaman seni”.
  3. Keberlanjutan Sektor Kriya Lokal: Melalui LKP Soendari Batik, kolaborasi ini membuka lapangan kerja baru bagi para pengrajin dan mentor batik lokal, sekaligus menjamin proses transfer ilmu (knowledge transfer) kepada generasi muda agar profesi pengrajin batik tidak punah.
  4. Optimalisasi Ruang dan Efisiensi Operasional: Memanfaatkan satu ruang fisik (kompleks galeri) untuk dua aktivitas bisnis yang saling mendukung terbukti efektif menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan traksi kunjungan harian (foot traffic).

Teh Cascara sebagai Menu Pendamping Otentik

Guna melengkapi pengalaman kultural tersebut, Kedaily Coffee menyajikan menu andalan yang selaras dengan konsep ramah lingkungan, yakni Cascara. Minuman ini merupakan teh herbal yang diseduh dari kulit buah ceri kopi kering pilihan.

Kandungan antioksidan yang tinggi serta cita rasa buah (fruity) yang segar dengan kadar kafein rendah menjadikan Cascara sebagai pendamping ideal bagi pengunjung untuk menjaga fokus dan ketenangan selama proses mengukir detail batik yang presisi.

Informasi Lokasi dan Reservasi Perjalanan

Foto : Eksklusif folksnews.id

Bagi pelancong domestik maupun mancanegara yang ingin menjajal pengalaman seni interaktif ini, destinasi ini terletak di kawasan yang sangat strategis di pusat kota.

  • Alamat: Kompleks Soendari Batik & Art, Jalan PTP II Permata No. A2, Jl. Soekarno-Hatta, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Jam Operasional:
  • Kedaily Coffee beroperasi pukul 14.00 – 22.00 WIB (Hari Jumat tutup).
  • Kelas membatik dilayani hingga pukul 21.00 WIB demi optimalnya proses pengeringan awal kain.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *