Gempa M 4,9 Guncang Nagekeo NTT, Getaran Dirasakan hingga Bajawa dan Maumere
Reporter: Vidyaningrum, AN

MALANG, 26/10/2026 FolksNews.id — Gempa bumi bermagnitudo 4,9 mengguncang wilayah laut di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (26/10/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 11.53.42 WIB dengan kedalaman 13 kilometer.
Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, pada koordinat 8,45 derajat Lintang Selatan dan 121,45 derajat Bujur Timur. Getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Bajawa, Maumere, dan Ruteng.
BMKG mencatat intensitas gempa mencapai skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Bajawa dan Maumere. Sementara itu, wilayah Ruteng merasakan getaran pada skala II–III MMI.
Gempa Nagekeo Dirasakan di Tiga Wilayah
Skala III MMI menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Getaran dapat terasa seperti kendaraan berat yang melintas. Pada tingkat ini, sebagian orang mungkin menyadari adanya guncangan, terutama ketika berada di dalam bangunan.
Adapun skala II–III MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh sebagian orang, khususnya yang berada di dalam rumah atau dalam kondisi tenang. Tingkat intensitas tersebut menggambarkan pengalaman guncangan di lokasi tertentu, bukan ukuran magnitudo gempa.
Perbedaan intensitas di setiap wilayah dapat dipengaruhi oleh jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, dan karakteristik bangunan. Karena itu, dampak guncangan tidak selalu sama meskipun berasal dari satu kejadian gempa.
BMKG Catat Gempa Berpusat di Laut
Lokasi episenter berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay. Kedalaman hiposenter tercatat 13 kilometer di bawah permukaan bumi.
BMKG mengategorikan informasi tersebut sebagai gempa dirasakan. Dalam keterangan yang tersedia, belum terdapat laporan terverifikasi mengenai kerusakan bangunan atau korban akibat kejadian ini.
Masyarakat perlu menunggu pembaruan resmi untuk mengetahui perkembangan dampak gempa. Informasi awal gempa juga dapat mengalami perubahan apabila BMKG melakukan pemutakhiran parameter berdasarkan hasil analisis lanjutan.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
BMKG mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga perlu memeriksa kondisi bangunan apabila merasakan guncangan, terutama jika terlihat retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan.
Jika terjadi gempa, masyarakat disarankan melindungi kepala dan menjauhi benda yang berisiko jatuh. Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan secara tertib apabila kondisi dinilai tidak aman.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. Pemantauan informasi resmi penting untuk memastikan langkah keselamatan sesuai dengan perkembangan situasi.
Baca juga: Hunter’s Moon Hiasi Langit Malam Ini, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob
