Yuli Handayani dalam Pameran Bersama Temporer dan Museum 2026 di Museum Mpu Purwa
|

Pameran Museum Malang, Yuli Handayani Ajak Pelajar Kenali Sejarah Lokal

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Yuli Handayani dalam Pameran Bersama Temporer dan Museum 2026 di Museum Mpu Purwa
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Yuli Handayani, dalam Pameran Bersama Temporer dan Museum 2026 di Museum Mpu Purwa/Foto: Folksnews

MALANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang menggandeng delapan museum dalam Pameran Bersama Temporer dan Museum 2026 di Museum Mpu Purwa pada 13–15 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah dan kebudayaan Malang Raya kepada pelajar melalui koleksi serta peninggalan sejarah yang dipamerkan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Yuli Handayani, mengatakan pameran tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal sejarah daerah sekaligus menumbuhkan minat berkunjung ke museum.

“Pameran temporer kita menggandeng kolaborasi dengan delapan museum, yang dimulai 13–15 Oktober 2026. Kebetulan Hari Museum Nasional pada 12 Oktober. Oleh karena itu, kita mengadakan pameran museum dan mengundang sekolah-sekolah untuk berkunjung ke Museum Mpu Purwa,” kata Yuli kepada FolksNews, Kamis (15/10/2026).

Menurut Yuli, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan koleksi museum kepada peserta didik. Pameran juga diharapkan mendorong siswa untuk mengunjungi museum secara langsung setelah mengenal berbagai peninggalan sejarah melalui stan pameran.

Pelajar Antusias Mencatat Sejarah

Yuli menilai kunjungan museum dapat menjadi pengalaman belajar yang mendorong rasa ingin tahu siswa. Selama kegiatan, anak-anak tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga menulis dan mencatat informasi sejarah yang mereka temukan.

“Anak-anak selain berkunjung itu juga menulis sejarah, mencatat sejarah. Jadi, rasa ingin tahunya itu besar sekali,” ujar Yuli.

Keterlibatan sekolah dari jenjang SD hingga SMA menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda. Melalui pameran bersama, siswa dapat mengenal beragam peninggalan sejarah yang diperkenalkan oleh delapan museum peserta.

Museum Keliling Jangkau Sekolah Terpencil

Selain pameran di Museum Mpu Purwa, Bidang Kebudayaan juga menjalankan program museum keliling. Program ini memprioritaskan sekolah dasar yang berada di wilayah dengan akses terbatas untuk berkunjung ke museum.

Yuli menjelaskan, melalui program tersebut, pihaknya mendatangi sekolah agar siswa tetap memperoleh kesempatan mengenal sejarah dan kebudayaan.

“Untuk museum keliling, kita prioritaskan SD-SD yang terpencil dan aksesnya terkendala. Kita yang datang ke sana,” imbuhnya.

Ia mengatakan permintaan kunjungan melalui program tersebut cukup banyak. Namun, pelaksanaannya diprioritaskan bagi sekolah yang mengalami kendala akses menuju museum.

Hampir 1.000 Pengunjung pada Hari Pertama

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari jumlah kehadiran selama pameran berlangsung. Indra, staf Bidang Kebudayaan Kota Malang, menyebut jumlah pengunjung pada hari pertama mencapai sekitar 950 orang.

“Untuk pameran ini yang hadir juga sangat banyak. Hari pertama kita mencapai hampir 1.000 orang, yaitu 950 orang. Hari kedua hampir 700, sekitar 670-an,” kata Indra.

Melalui pameran dan program museum keliling, Bidang Kebudayaan berupaya memperluas akses pelajar terhadap pembelajaran sejarah. Kedua kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan museum dengan generasi muda sekaligus memperkenalkan warisan budaya Malang Raya.

Baca juga: Pameran Museum Malang Kenalkan Sejarah Lokal kepada Pelajar

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *