Banjir bandang Padang merendam permukiman warga di tiga kecamatan pada Oktober 2026./llustrasi

Banjir Bandang Padang Rendam Tiga Kecamatan, 672 Jiwa Mengungsi

Spread the love

Reporter: Vidyaningrum, AN

Banjir bandang Padang merendam permukiman warga di tiga kecamatan pada Oktober 2026./llustrasi
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang sejak 10 Oktober 2026. Data BNPB per 11 Oktober mencatat 672 jiwa mengungsi di Kecamatan Kuranji.

PADANG, 13 Oktober— Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak 10 Oktober 2026 merendam permukiman di tiga kecamatan. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan sejumlah aliran sungai dan mendorong tim gabungan melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 225 kepala keluarga (KK) atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.

Data tersebut masih bersifat sementara. Hingga Selasa (13/10/2026), belum tersedia pembaruan resmi yang dapat memastikan jumlah terbaru warga terdampak, pengungsi, maupun kerusakan akibat banjir.

Baca Juga: Prakiraan Curah Hujan BMKG: Sumatra Basah, Malang Butuh Air

Tiga Kecamatan Terdampak Banjir

Laporan BNPB mencatat banjir berdampak pada enam kelurahan di tiga kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Di Kecamatan Kuranji, banjir melanda Kelurahan Kuranji. Sementara itu, wilayah terdampak di Kecamatan Koto Tangah mencakup Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun.

Adapun di Kecamatan Nanggalo, banjir berdampak pada Kelurahan Tabiang Banda Gadang dan Gurun Laweh.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan gangguan akses jalan di sekitar PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji. BNPB melaporkan akses jalan di lokasi tersebut terputus.

Sekitar 120 Rumah Terdampak

BNPB mencatat sekitar 120 rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan empat rumah mengalami kerusakan sedang.

Tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi 238 jiwa berdasarkan laporan yang sama. Penanganan bencana melibatkan pemerintah provinsi dan kota, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat.

Bantuan bagi warga terdampak turut disalurkan. Bantuan tersebut meliputi makanan, selimut, perlengkapan anak, dan kebutuhan dasar lainnya.

Jumlah rumah terdampak dan tingkat kerusakan masih mengacu pada pendataan sementara. Karena itu, angka tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil verifikasi petugas di lapangan.

Pemkot Padang Percepat Penanganan

Pemerintah Kota Padang mempercepat penanganan banjir dan pendataan kerusakan rumah warga. Pada 12 Oktober 2026, Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat bantuan kepada masyarakat terdampak.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir juga meminta camat melakukan pendataan kerusakan rumah, terutama di kawasan terdampak seperti Koto Tangah dan Kuranji.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan dan sepanjang aliran sungai agar memperhatikan perubahan debit air.

Warga diminta segera menuju tempat aman apabila ketinggian air meningkat secara signifikan. Imbauan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan saat hujan deras.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *