Wakil Bupati Malang Dorong Pelatihan UMKM bagi Ibu Rumah Tangga untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
Reporter: Vidyaningrum AN, FolksNews.id

MALANG, FolksNews.id – Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperkuat UMKM melalui pelatihan dan pendampingan bagi ibu rumah tangga saat menghadiri Cangkrukan Ekonomi Pancasila bertajuk “Panggung UMKM Rakyat: Solusi Missing Link UU Cipta Kerja dengan Peraturan Perundangan Perpajakan UMKM” di NK Cafe Karangploso, Rabu (5/8/2026).
Pelatihan UMKM Menjadi Investasi Jangka Panjang
Bagi Pemerintah Kabupaten Malang, penguatan UMKM tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelaku usaha atau meningkatnya akses permodalan. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan juga membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu mengelola usaha secara mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing.
Dalam perspektif tersebut, keluarga menjadi titik awal pembangunan ekonomi. Dari lingkungan rumah tangga lahir banyak usaha mikro yang tumbuh dari keterampilan sederhana, seperti usaha kuliner, kerajinan, fesyen, maupun pengolahan hasil pertanian. Jika dikelola dengan baik, usaha-usaha tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang menopang kesejahteraan keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya.
Lathifah Shohib menilai perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Selain berperan mengelola ekonomi keluarga, mereka juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal. Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan menjadi langkah yang dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan bantuan yang bersifat sesaat.
“Kalau dari saya pribadi, saya ingin melakukan pelatihan UMKM bagi ibu-ibu rumah tangga. Mereka perlu mendapat perhatian khusus agar mampu ikut mendukung perekonomian keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ujar Lathifah Shohib usai mengikuti forum.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya bagian dari program sosial, melainkan strategi pembangunan ekonomi. Ketika seorang ibu memiliki keterampilan memproduksi, mengelola keuangan, memasarkan produk, hingga memanfaatkan teknologi digital, manfaatnya tidak berhenti pada peningkatan pendapatan keluarga. Dampaknya akan meluas pada tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di tingkat desa maupun kecamatan.
UMKM Kabupaten Malang Masih Membutuhkan Pendampingan
Perkembangan UMKM saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan pasar tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha memahami pemasaran digital, pengemasan, legalitas, manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam kondisi tersebut, pelaku UMKM memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Pelatihan menjadi ruang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Pemerintah Kabupaten Malang memandang peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam menciptakan UMKM yang tangguh. Program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga diikuti pendampingan sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
Ekonomi Pancasila Dimulai dari Keluarga

Forum Cangkrukan Ekonomi Pancasila mengangkat isu mengenai hubungan antara UU Cipta Kerja dan regulasi perpajakan UMKM. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa penyederhanaan regulasi perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar kebijakan yang telah disusun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bagi Pemerintah Kabupaten Malang, regulasi yang baik akan memberikan manfaat apabila masyarakat memiliki kemampuan untuk menjalankannya. Oleh karena itu, pelatihan, pembinaan, dan pendampingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi kebijakan ekonomi kerakyatan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Ekonomi Pancasila yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari meningkatnya investasi atau aktivitas industri, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berkembang melalui usaha produktif yang berkeadilan.
Potensi Perempuan Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
Kabupaten Malang memiliki potensi besar pada sektor pertanian, kuliner, industri olahan, dan ekonomi kreatif. Sebagian besar usaha mikro di sektor tersebut berkembang dari skala rumah tangga dengan keterlibatan perempuan yang cukup dominan.
Potensi ini menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas jaringan pemasaran, hingga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain memberikan dampak ekonomi, pemberdayaan perempuan juga memperkuat ketahanan keluarga. Pendapatan tambahan dari usaha rumahan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, serta menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Malang
Melalui forum Cangkrukan Ekonomi Pancasila, Pemerintah Kabupaten Malang kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor UMKM melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan organisasi masyarakat agar program pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, terutama perempuan dan ibu rumah tangga yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan berbagai program pembinaan untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga berkembang sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
