Egon Gagal Finis di Sprint Rally Batang: “Bukan Hari Kami”
Reporter: Vidyaningrum, AN

BATANG — Egon gagal finis pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bintang Automotive Sprint Rally Putaran 4 di Sirkuit Batang, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026). Mobil yang dikendarainya mengalami kendala setelah menabrak gundukan berisi batu besar saat Special Stage (SS) 1.
Kejurnas Bintang Automotive Sprint Rally Putaran 4 berlangsung pada 26–27 September 2026 di kawasan Industropolitan Terpadu Batang, Jawa Tengah.
Egon mengatakan insiden tersebut terjadi ketika mobilnya melintasi gundukan yang ternyata menyimpan batu besar. Kondisi itu tidak diprediksi sebelumnya sehingga mobil tidak dapat melanjutkan perlombaan.
“Ya nampaknya hari ini bukan hari kami. Saat SS 1 terjadi hal yang tidak diinginkan karena kami menabrak gundukan yang ternyata di dalamnya itu ada batu besar. Itu di luar prediksi kami,” ujar Egon.
Menurut Egon, benturan tersebut membuat mobil benar-benar tidak bisa berjalan. Kondisi itu menjadi kekecewaan tersendiri bagi dirinya dan tim.
“Sehingga mobil betul-betul tidak bisa jalan lagi. Itu yang mula-mula kecewa sih, tapi ya inilah pertandingan,” katanya.
Egon Gagal Finis Sprint Rally Batang di SS1
Egon menegaskan tidak ada persoalan pada persiapan tim sebelum mengikuti putaran keempat tersebut. Menurutnya, seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal.
“Kalau tim saya sih enggak, enggak ada masalah karena sudah prepare, sudah full semua,” ujar Egon.
Namun, ia menyebut karakter lintasan menjadi salah satu tantangan dalam perlombaan. Egon mengatakan dirinya baru sekali mencoba lintasan tersebut secara penuh sebelum mengikuti balapan.
“Memang untuk kali ini baru sekali kami nyobain track-nya. Itu full debu dan full batu, jadi ya dibilang ini lah ciri khas track di sini,” katanya.
Insiden pada SS1 membuat Egon dan navigatornya, Heri, tidak dapat melanjutkan persaingan hingga finis pada putaran keempat Kejurnas Bintang Automotive Sprint Rally tersebut.
Meski gagal menyelesaikan perlombaan, Egon tetap memberikan semangat kepada generasi muda untuk terus mengikuti dan menikmati dunia otomotif.
“Ya untuk memacu yang muda-muda biar tetap yang tua aja masih semangat. Apalagi yang muda harusnya lebih semangat lagi,” tutur Egon.
