Blusukan ke Pasar Besar Kota Kinabalu, Surga Wisata Kuliner di Tepi Laut Sabah

Suara tawar-menawar berbaur dengan aroma rempah dan hasil laut segar begitu memasuki kawasan Pasar Besar Kota Kinabalu. Berlokasi persis di tepi laut, tak jauh dari kawasan waterfront ikonik, pasar ini menjadi salah satu jantung aktivitas warga sekaligus destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabah, Malaysia.
Bangunan pasar yang panjang dengan atap khas berwarna merah itu terbagi menjadi dua bagian besar: kompleks pasar basah yang menjual aneka hasil laut segar, dan kompleks pasar kering yang dipenuhi produk olahan, rempah, hingga camilan tradisional khas Sabah. Kombinasi keduanya membuat Pasar Besar Kota Kinabalu dikenal sebagai salah satu pasar tradisional terbesar dan paling lengkap di kawasan pesisir barat Sabah.
Dua Wajah Pasar: Basah dan Kering

Di bagian pasar kering, pengunjung disambut deretan lapak yang menggantung rapi berisi ikan asin, kerupuk, hingga hasil laut kering yang dikemas dalam kantong berlapis foil perak. Pedagang biasanya sudah membubuhkan label harga berwarna kuning pada tiap kemasan, memudahkan pembeli maupun turis untuk berbelanja tanpa perlu tawar-menawar panjang.
Sementara di bagian pasar basah, yang berada di lantai bawah kompleks, aneka hasil laut segar seperti udang galah, kepiting, siput, dan berbagai jenis ikan dijajakan dengan harga yang relatif terjangkau. Sejumlah pedagang bahkan menawarkan jasa pengemasan dan pembekuan khusus, sehingga hasil laut segar bisa dibawa wisatawan sebagai oleh-oleh lewat penerbangan.
Anjung Kinabalu, Kawasan Baru di Bekas Pasar Filipina

Tak jauh dari kompleks pasar utama, kawasan yang dulunya dikenal sebagai Pasar Filipina kini telah bersalin nama menjadi Anjung Kinabalu. Kawasan ini ramai dikunjungi menjelang senja, saat wisatawan maupun warga lokal berkumpul untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang Pulau Gaya.
Di sekitar Anjung Kinabalu, deretan kendaraan wisatawan dan warga lokal memenuhi area parkir, sementara lampu-lampu jalan mulai menyala seiring langit senja yang memerah keemasan. Suasana khas kota pesisir yang ramai namun tetap tertata rapi ini menjadi salah satu daya tarik utama kawasan pusat Kota Kinabalu.
Kompleks Perikanan SAFMA, Denyut Ekonomi Nelayan Sabah

Berdekatan dengan area pasar, berdiri Kompleks Perikanan SAFMA yang menjadi salah satu pusat distribusi hasil tangkapan laut dari para nelayan Sabah. Kompleks ini menjadi mata rantai penting yang menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan pedagang di Pasar Besar Kota Kinabalu, sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir setempat.
Wisata Kuliner Malam di Tepi Dermaga

Ketika malam tiba, kawasan tepi dermaga di sekitar Pasar Besar Kota Kinabalu berubah menjadi pusat wisata kuliner yang hidup. Lapak-lapak seafood al fresco seperti Glams Station menjajakan hidangan laut segar yang bisa dipilih langsung oleh pengunjung, mulai dari kerang, udang, hingga aneka olahan ikan bakar, yang disantap di meja-meja terbuka beralas kain kuning cerah khas suasana pasar malam.
Tak jauh dari lapak seafood, pedagang buah-buahan tropis seperti mangga dan durian turut menyemarakkan suasana. Aroma manis buah bercampur dengan hidangan laut bakar menjadi ciri khas wisata kuliner malam di kawasan ini, yang juga kerap disambangi turis mancanegara.
Dermaga Kayu dengan Latar Skyline Kota

Kawasan ini juga dilengkapi dermaga kayu panjang yang menjorok ke laut, tempat warga biasa duduk-duduk santai sembari memandang deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Kinabalu, termasuk proyek pembangunan gedung bertingkat yang masih berlangsung. Perpaduan antara aktivitas pasar tradisional dan lanskap kota modern inilah yang membuat kawasan Pasar Besar Kota Kinabalu dan Anjung Kinabalu terus menjadi magnet wisata di Sabah.
Bagi wisatawan yang berencana singgah ke Kota Kinabalu, kawasan pasar ini disarankan dikunjungi pada pagi hari untuk berburu hasil laut segar, dan kembali lagi menjelang senja untuk menikmati wisata kuliner malam sekaligus panorama matahari terbenam di tepi laut.
Penulis: Fiky

