Erdoğan Tiba di Korea Selatan, Bahas Kerja Sama Ekonomi
Reporter: Vidyaningrum, AN

SEOUL, 2 November 2026, FolksNews – Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan tiba di Seoul, Korea Selatan, Senin (2/11/2026). Kunjungan resmi ini bertujuan memperkuat kerja sama Türkiye-Korea Selatan, terutama di bidang ekonomi dan energi.
Erdoğan datang bersama Ibu Negara Emine Erdoğan. Menteri Perdagangan Korea Selatan Park Jung-sung menyambut keduanya di Pangkalan Udara Seoul, Seongnam.
Kunjungan tersebut berlangsung hingga 4 November 2026. Selama berada di Korea Selatan, Erdoğan dijadwalkan bertemu Presiden Lee Jae-myung pada Selasa (3/11/2026).
Pertemuan bilateral itu akan membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara. Selain itu, kedua pemimpin dijadwalkan membahas perkembangan regional dan global serta sejumlah kesepakatan kerja sama.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah peluang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Sinop, wilayah pesisir Laut Hitam, Türkiye.
Dalam wawancara tertulis dengan Yonhap News Agency menjelang kunjungannya, Erdoğan menyebut Korea Selatan sebagai salah satu calon mitra potensial untuk proyek tersebut. Pemerintah Türkiye juga telah melakukan kajian awal bersama perusahaan energi Korea Selatan, Korea Electric Power Corporation (KEPCO).
Namun, Türkiye belum menetapkan mitra maupun keputusan akhir pembangunan proyek tersebut. Pemerintah masih mengkaji aspek teknis dan ekonomi. Pertimbangannya mencakup pembiayaan, biaya produksi listrik, serta manfaat proyek bagi perekonomian nasional.
Türkiye dan Korea Selatan sebelumnya menandatangani nota kesepahaman kerja sama energi nuklir pada November 2025. Kesepakatan tersebut mencakup pembahasan teknologi reaktor, penilaian lokasi, perizinan, pembiayaan, dan model bisnis.
Erdoğan Dorong Peningkatan Perdagangan
Selain sektor energi, Erdoğan juga mendorong perluasan kerja sama di bidang industri pertahanan, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan robotika.
Ia turut mengajak perusahaan Korea Selatan meningkatkan investasi di Türkiye. Kedua negara juga didorong mengembangkan produksi bersama untuk memperluas hubungan industri.
Di sektor perdagangan, Türkiye dan Korea Selatan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 15 miliar dolar AS. Target tersebut menjadi salah satu agenda penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Mengutip wawancara Erdoğan dengan Yonhap News Agency, nilai ekspor Türkiye ke Korea Selatan pada 2025 mencapai sekitar 1,14 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai impor Türkiye dari Korea Selatan tercatat sekitar 10,26 miliar dolar AS.
Perbedaan nilai tersebut menjadi perhatian Türkiye dalam mendorong perdagangan yang lebih seimbang. Karena itu, Erdoğan menilai peningkatan investasi dan kolaborasi produksi dapat membuka peluang ekonomi bagi kedua negara.
Selain perdagangan dan energi, Türkiye juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan Korea Selatan dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik.
Baca juga: Korea Utara Tembakkan Belasan Rudal, Korsel Perkuat Siaga Militer
