Suasana panggung pagelaran wayang kulit pada peringatan HUT ke-25 Kota Batu di Balai Kota Amongtani malam hari.

Kemeriahan HUT ke-25 Kota Batu: Kolaborasi Seni Budaya dan Penguatan Ekonomi Warga

Spread the love

Reporter : Vidyaningrum,AN – folksnews

Suasana panggung pagelaran wayang kulit pada peringatan HUT ke-25 Kota Batu di Balai Kota Amongtani malam hari.
Suasana panggung utama pagelaran wayang kulit di kawasan Balai Kota Amongtani pada malam hari. Tampak layar kelir besar memantulkan bayangan wayang dengan pencahayaan tata lampu yang hangat dan meriah. Di depan panggung, area penonton dipadati oleh warga dan wisatawan dari berbagai kalangan usia yang duduk tertib menyaksikan pertunjukan.

BATU, FOLKS MEDIA — Perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang berpusat di Balai Kota Amongtani berlangsung meriah. Rangkaian acara dari pagi hingga malam ini tidak hanya menyajikan hiburan seni budaya tradisional, tetapi juga memberikan ruang bagi puluhan pelaku UMKM lokal untuk memutar roda perekonomian warga.

Salah satu agenda utama perayaan ini adalah pertunjukan wayang kulit. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Oni Ardianto, mengungkapkan bahwa kegiatan seni ini dirancang untuk mendongkrak pariwisata sekaligus mengenalkan tradisi kepada generasi muda.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Oni Ardianto memberikan keterangan mengenai perayaan HUT ke-25 Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Oni Ardianto memberikan keterangan mengenai perayaan HUT ke-25 Kota Batu.

“Kita ingin menggiatkan gerakan Ayah Teladan Indonesia, di mana anak-anak ikut mendampingi dalam menonton kesenian tradisi termasuk wayang ini. Harapannya, tentu saja adik-adik bisa mengetahui tentang kebudayaan,” ujar Oni Ardianto.

Transisi menuju puncak acara ditandai dengan kolaborasi unik dua dalang kondang, Ki Ardi dan Ki Puput. Penjabat (Pj) Wali Kota Batu menegaskan bahwa kolaborasi lintas latar belakang ini menjadi cerminan keberagaman dan kebersamaan masyarakat Kota Batu.

“Ini sebuah kolaborasi karena budaya kita tidak membedakan dari sisi mana pun. Itu adalah jati diri masyarakat Indonesia di Kota Batu. Semoga di Kota Batu nantinya seluruh masyarakatnya rukun, guyub, dan diberikan kemakmuran,” ungkap Wali Kota Batu.

Antusiasme juga dirasakan langsung oleh warga dan wisatawan yang memadati lokasi, menikmati kuliner gratis dan berbagai pertunjukan. Peringatan seperempat abad ini menjadi momentum refleksi untuk terus mendorong pariwisata, menguatkan ekonomi, dan merekatkan sinergi pembangunan di Kota Batu ke depan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *