|

Prancis Tegaskan Indonesia Mitra Strategis Pertahanan di Indo-Pasifik

Spread the love

Reporter: Wahyu–FolksNews

Kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis di kawasan Indo-Pasifik/IlustrasiAI
Kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis mencakup modernisasi alutsista dan penguatan kemampuan maritim/IlustrasiAI

JAKARTA — Kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis semakin diperkuat setelah Prancis menegaskan Indonesia sebagai mitra kunci strategis di kawasan Indo-Pasifik pada Selasa (22/9/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Misi PEGASE 2026 Angkatan Udara Prancis Mayor Jenderal Julien Sabenet di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, saat rangkaian latihan bersama TNI Angkatan Udara

Hubungan kedua negara mencakup modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), transfer teknologi, peningkatan kapabilitas militer, pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan industri pertahanan.

Modernisasi Alutsista Indonesia

Salah satu fokus utama kemitraan Indonesia dan Prancis adalah modernisasi alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama untuk memperkuat kemampuan matra laut dan udara.

Baca Juga: Strategi Global: Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas Kota Cerdas ASEAN dan Pacific Alliance

Kerja sama tersebut mencakup pengadaan kapal selam Scorpène Evolved dari Naval Group. Indonesia juga memperoleh transfer teknologi melalui skema offset dan Transfer of Technology (ToT).

Skema tersebut membuka peluang bagi industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT PAL, untuk menyerap keahlian dalam konstruksi kapal selam modern.

Selain kapal selam, Indonesia dan Prancis bekerja sama dalam pengadaan jet tempur Rafale dari Dassault Aviation. Kontrak pembelian puluhan unit pesawat tempur tersebut telah memasuki tahap efektif.

Kedua negara juga menjajaki pengembangan teknologi kelautan dan oseanografi. Bidang tersebut diarahkan untuk mendukung kemampuan maritim Indonesia.

Kapabilitas Militer dan Interoperabilitas

Hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis tidak hanya mencakup pengadaan alutsista. Kedua negara juga mendorong peningkatan sumber daya manusia dan kemampuan operasional militer.

Frekuensi serta kompleksitas latihan gabungan TNI dan Angkatan Bersenjata Prancis akan ditingkatkan. Latihan tersebut diarahkan untuk menguji doktrin tempur dan meningkatkan interoperabilitas taktis serta strategis.

Program pendidikan dan pelatihan juga menjadi bagian dari kemitraan kedua negara. Bentuknya mencakup pertukaran perwira, pelatihan spesialis, serta pendidikan taktis.

Bidang yang dikembangkan meliputi perang siber, peperangan elektronik (electronic warfare), dan operasi maritim terpadu.

Informasi mengenai penguatan interoperabilitas tersebut juga disampaikan Kementerian Pertahanan RI melalui laporan Latihan Bersama PEGASE 2026.

Intelijen Maritim dan Stabilitas Kawasan

Indonesia dan Prancis juga memperkuat kerja sama intelijen maritim. Kedua negara akan berbagi data dan analisis intelijen untuk memantau dinamika keamanan serta menjaga stabilitas di perairan vital Indo-Pasifik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan maritim kedua negara.

Penguatan hubungan Indonesia dan Prancis juga berkaitan dengan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Prancis memiliki wilayah teritorial di Samudra Hindia dan Pasifik. Sementara itu, Indonesia menjalankan kebijakan politik luar negeri Bebas Aktif.

Kemitraan kedua negara bukan merupakan aliansi militer formal. Hubungan tersebut ditempatkan sebagai bentuk diplomasi pertahanan yang mencakup modernisasi alutsista, peningkatan kemampuan personel, dan kerja sama maritim.

Kolaborasi tersebut juga mencakup upaya menghadapi tantangan keamanan nontradisional, seperti terorisme, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara.

Pada Rabu (23/9/2026), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi pelaksanaan pertama Dialog Tingkat Menteri Pertahanan Tahunan antara Indonesia dan Prancis.

Kementerian Pertahanan RI menyebut hubungan kedua negara juga mencakup penguatan alutsista, pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan, serta peningkatan kemampuan personel.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *