Ilustrasi analisis BMKG

Prakiraan Curah Hujan BMKG: Sumatra Basah, Malang Butuh Air

Spread the love
Ilustrasi analisis BMKG
Ilustrasi analisis BMKG/Doc:FolksNews.id

Disusun Oleh: Vidyaningrum, AN–FolksNews

MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan tidak merata di Indonesia pada 19–26 September 2026. Berdasarkan prakiraan curah hujan BMKG, hujan sedang hingga lebat berpotensi turun di Sumatra dan Kalimantan. Sementara itu, sebagian Jawa Timur masih relatif kering.

Prakiraan ini disusun dari model Digital Forecast BMKG. Hasilnya berupa lima peta akumulasi hujan 24 jam, masing-masing berlaku pukul 07.00 WIB hingga 07.00 WIB keesokan harinya.

Hujan Terkuat di Sumatra Bagian Barat

Intensitas tertinggi terlihat pada peta 25–26 September 2026. Titik hujan lebat hingga sangat lebat, sekitar 50–150 milimeter per hari, muncul di sepanjang Bukit Barisan. Selain itu, titik serupa tampak di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Sebelumnya, pada 19–20 September, hujan sedang mendominasi Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, dan Papua bagian tengah. Hujan sedang berarti 20–50 milimeter per hari. Kemudian, peta 23–24 September menunjukkan hujan di Papua menguat dengan titik oranye kecil. Namun, kelima peta tidak memuat kategori ekstrem, yaitu di atas 150 milimeter per hari.

Jawa Timur dan Nusa Tenggara Relatif Kering

Di sisi lain, Jawa bagian timur, Bali, dan banyak wilayah Nusa Tenggara berwarna putih pada peta 19–24 September. Warna itu menandakan hujan kurang dari 0,5 milimeter per hari. Baru pada peta 25–26 September, daratan Jawa tampak hijau, yakni hujan ringan.

Pola tersebut lazim terjadi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Meski begitu, peta ini belum cukup untuk memastikan awal musim hujan. Peta periode 20–21 dan 22–23 September juga tidak termasuk dalam data yang tersedia.

Air Bersih Dikirim ke Sumbermanjing Wetan

Sementara itu, pendistribusian air bersih berlangsung di Kabupaten Malang. Pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 09.51, truk tangki Palang Merah Indonesia (PMI) mengisi tandon terpal di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Dokumentasi lain memperlihatkan petugas penanggulangan bencana mengisi tandon serupa. Warga tampak membawa jeriken, ember, dan drum untuk menampung air.

Prakiraan Bersifat Umum

BMKG menyebut prakiraan ini bersifat umum pada skala kabupaten/kota. Karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa informasi lokal melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau akun @infoBMKG. Hujan lebat juga berpotensi memicu banjir dan longsor di daerah rawan. Oleh sebab itu, pembaruan prakiraan curah hujan BMKG perlu dipantau secara berkala.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *