Kadin Dorong Ekonomi Malang Raya Lewat UMKM, AI, dan Pemberdayaan PMI

Spread the love

Ketua Kadin Kabupaten Malang Bambang Suryanto menyiapkan lima gagasan ekonomi untuk dibawa dalam forum bisnis bersama Dahlan Iskan, sejalan dengan visi Malang Raya Megapolitan yang digagas Bakorwil III Jatim.

Malang, Folksnews.id  –  Folksnews.id  –  4 September 2026

Penguatan ekonomi Malang Raya membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan jalan dan jembatan. Itulah pandangan Ketua Kadin Kabupaten Malang Bambang Suryanto, yang menilai kawasan ini perlu ekosistem usaha yang saling terhubung — mulai dari pelaku UMKM, perusahaan, tenaga kerja, hingga pemerintah daerah — agar tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Pandangan tersebut akan ia sampaikan sebagai panelis dalam forum Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan bertema Kolaborasi Bisnis Menuju Malang Raya Megapolitan, sebuah ajang yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi untuk merumuskan arah baru ekonomi kawasan ini.

Lima Gagasan Bambang Suryanto untuk Ekonomi Malang Raya

Setidaknya ada lima hal yang disiapkan Bambang sebagai fondasi penguatan ekonomi Malang Raya. Kelimanya ia rangkai sebagai satu kesatuan strategi, bukan program yang berdiri sendiri-sendiri.

  • Sinergi antar-pemerintah daerah: kabupaten dan kota se-Malang Raya didorong menjalankan program ekonomi secara terintegrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri, agar potensi wilayah saling melengkapi.
  • Naik kelas UMKM: kemudahan izin usaha dan perluasan akses pasar dipandang sebagai kunci agar pelaku usaha kecil bisa berkembang lebih cepat.
  • Percepatan adopsi AI: pelatihan dan edukasi teknologi disiapkan agar pelaku usaha dan tenaga kerja lokal tidak tertinggal dalam transformasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan.
  • Migrantpreneur — memberdayakan PMI: keterampilan, pengalaman kerja, dan jaringan yang dibawa pulang Pekerja Migran Indonesia diarahkan menjadi modal usaha baru di kampung halaman.
  • Jaringan bisnis lintas sektor: pertemuan rutin antarpelaku usaha diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja sama baru.

“Kolaborasi lintas sektor dan adaptasi terhadap teknologi seperti AI serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah kunci utama jika kita ingin benar-benar bertransformasi menjadi kawasan Megapolitan yang berdaya saing.”  — Bambang Suryanto, Ketua Kadin Kabupaten Malang

Selaras dengan Visi Malang Raya Megapolitan dari Bakorwil III

Gagasan Bambang ini beririsan dengan arah pembangunan yang lebih dulu digaungkan Bakorwil III Jatim. Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar menekankan bahwa konsep megapolitan bukan sekadar memperluas batas kota, melainkan merajut ekosistem ekonomi yang saling terhubung dengan mengoptimalkan potensi tiap wilayah.

“Kami mulai menancapkan fondasi pembangunan Malang Raya yang terkoneksi dengan Jalur Lintas Selatan. Arahnya sudah selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi.”  — Asep Kusdinar, Kepala Bakorwil III Malang

Asep menambahkan, sinergi antarwilayah penting agar potensi ekonomi daerah-daerah di Malang Raya bisa saling terhubung, dengan Jalur Lintas Selatan diharapkan turut mengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan. Dalam kerangka besar itulah suara dunia usaha — termasuk gagasan UMKM, AI, dan PMI dari Kadin — menjadi bagian penting untuk melengkapi ekosistem yang sedang dibangun.

Forum Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan

Bambang akan tampil sebagai panelis berdampingan dengan Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki dan CEO COOSAE Rakhmad Hardiyanto, membawa perspektif dunia usaha dalam forum yang digelar Disway Malang bersama Bakorwil III Jatim tersebut.

  • Waktu & tempat: Kamis, 10 September 2026, di Gedung Arjuno Bakorwil III Malang.
  • Moderator: Dahlan Iskan.
  • Tamu undangan: Kepala Bakorwil III Jatim Asep Kusdinar, kepala daerah se-Malang Raya, pimpinan perguruan tinggi, asosiasi usaha, dan kalangan pebisnis.
  • Rangkaian acara: dimulai pukul 06.00 dengan olahraga bersama dipimpin Dahlan Iskan, diikuti sekitar 100 peserta dari Perwosi Malang Raya dan Bakorwil III Jatim, sebelum berlanjut ke forum bisnis inti.

Forum ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan dua tahun Disway Malang, dengan dukungan Bakorwil III Jatim menjadikannya ruang temu antara pemerintah, pelaku usaha, kampus, dan berbagai organisasi bisnis untuk membahas masa depan Malang Raya.

Dari Konsep ke Langkah Konkret

Dalam forum nanti, Bambang berencana membawa pembahasan ke hal-hal yang lebih teknis: bagaimana UMKM bisa naik kelas, cara pelaku usaha beradaptasi dengan AI, potensi PMI dikembangkan menjadi wirausahawan, hingga terbentuknya jaringan bisnis lintas wilayah.

Dengan begitu, pembahasan Malang Raya Megapolitan diharapkan tidak berhenti sebagai konsep tata ruang semata, melainkan bergerak menjadi agenda ekonomi yang bisa langsung dirasakan pelaku usaha di lapangan.

Folksnews.id

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *